MENSYUKURI KELEMAHAN

05 October 2024

Sabtu, 5 Oktober 2024

Ayub 42:1-3.5-6.12-17

Mazmur 119:66.71.75.91.125.130

Lukas 10:17-24


“Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.” --- Lukas 10:21


ANALOGI GELAS kosong dapat menjadi gambaran yang tepat untuk menyatakan kondisi saat Yesus dan para murid-Nya berkarya. Murid Yesus bagaikan gelas kosong yang dapat diisi dengan lebih banyak air. Mereka bersukacita atas karya pelayanan yang mereka lakukan dalam nama Yesus, serta meyakini besarnya kuasa Allah ketika mereka bekerja dalam nama-Nya. Sebaliknya, ahli-ahli Taurat, kaum Farisi dan para pejabat sudah terlebih dahulu terisi gelasnya dengan pemahaman tentang Allah, ajaran dan tradisi lama yang dipegang teguh. Hal ini membuat mereka sulit menerima hal-hal baru, apalagi menerima Yesus sebagai Tuhan.

Kita pun kadang menutup mata akan kebenaran-kebenaran yang muncul. Pikiran negatif seringkali menutup mata hati akan suara Allah. Sebagai murid Yesus jaman sekarang, sudah selayaknya kita selalu mengosongkan gelas kita, lebih bijaksana mengisinya dengan firman Allah dan menerima kebenaran dari setiap ajaran-Nya. (Francisca Dyah)

 

DOA: “Allah Bapa di surga, kebenaran Engkau nyatakan bagi mereka yang mau bekerja dalam nama-Mu. Mampukan kami untuk selalu setia melayani-Mu dengan segala kekurangan kami. Semoga kami memperoleh sukacita seperti para murid-Mu saat itu, terutama ketika kami mampu membawa berkat bagi sesama di sekitar kami, Amin.”

JANJI: “Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.” -Mazmur 119:66

PUJIAN: Santa Maria Faustina Kowalska. Lahir di Polandia Tengah pada tanggal 25 Agustus 1905 dan 2 hari setelahnya dibaptis dengan nama Helena. Pada usia 16 tahun Helena bekerja sebagai pembantu rumah tangga hingga ia mendengarkan suara Tuhan untuk pergi ke Warsawa dan pada akhirnya menjadi seorang biarawati. St. Maria Faustina dikenal sebagai Rasul Kerahiman Ilahi. Melaluinya Tuhan Yesus menyampaikan kepada dunia pesan Kerahiman Ilahi-Nya dan menyatakan jalan kesempurnaan Kristiani berdasarkan iman akan Tuhan dan sikap berbelas kasih kepada sesama. St. Faustina melaksanakan penugasan yang diberikan Kristus sampai wafatnya dalam keharuman kesalehan di usia 33 tahun pada tanggal 5 Oktober 1938. Ia dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 30 April 2000.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.