MENUNGGU ULURAN TANGAN KITA
01 November 2021
Senin, 1 November 2021
HR Semua Orang Kuudus
Wahyu 7:2-4.9-14
Mazmur 24:1b-2,3-4ab.5-6
1 Yohanes 3:1-3
Matius 5:1-12a
“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan” Matius 5:7
SABDA BAHAGIA dalam Injil hari ini, adalah Sabda Yesus mengawali Kotbah-Nya di Bukit yang sangat ‘powerful’. Terasa saat itu Yesus seolah tampil sebagai Musa yang baru yang dengan penuh wibawa, seorang Guru yang penuh kuasa, mengajarkan “Taurat baru”, ajaran moral tentang bagaimana hubungan manusia dengan Allah dan hubungan dengan sesama dalam kebenaran.
Ucapan berbahagialah, yang disampaikan Yesus saat itu dapat juga diartikan sebagai “terhormatlah”, mengingat pada masa itu masyarakat Palestina mengenakan budaya mentalitas “hormat-malu” dalam tatanan kehidupan mereka. Dan, dengan memakai kata “terhormatlah” rasanya lebih mudah untuk kita memahami Sabda Yesus tersebut.
Ada delapan sabda bahagia ditujukan kepada mereka yang miskin di hadapan Allah, yang berdukacita, yang lemah lembut, yang lapar dan haus akan kebenaran, yang murah hati, yang suci hatinya, yang membawa damai, yang dicela dan dianiaya karena kebenaran.
Kedelapan sabda tersebut bukanlah suatu perintah, melainkan sebuah pernyataan. Itu adalah suatu kenyataan yang diakui baik oleh Allah maupun sesama manusia. Maksudnya, apabila seseorang memiliki kualitas hidup seperti apa diajarkan Yesus , maka terhormatlah dia dan layak menerima ganjaran yang baik dari Allah. Sabda Yesus itu tetap relevan juga untuk saat ini, seluruh pengajaran-Nya adalah hukum moral yang tetap dan mengikat serta harus kita, umat Kristiani, pegang dan lakukan selama hidup.
Dalam situasi dunia yang tengah terpuruk akibat pandemi Covid-19 yang entah kapan dapat teratasi, sabda tentang kemurahan hati (ayat 7) mengingatkan kita untuk meningkatkan belas kasih secara nyata. Banyak orang di sekitar kita, terutama mereka yang sangat terdampak dan menderita akibat pandemi ini, menanti uluran tangan kita, ungkapan bela rasa kita. Sebagai anak-anak Allah, kita selayaknya menunjukkan sikap hidup “terhormat” seperti yang disabdakan Yesus, Tuhan, Guru dan teladan hidup kita, dengan peduli serta tulus hati memberikan pertolongan sesuai dengan kemampuan dan atau apa yang kita miliki.
Bersegeralah, mungkin tidak banyak waktu yang dimiliki oleh sesama kita untuk menunggu uluran tangan kita. (Amanda Liauw)
DOA: Tuhan Yesus bantulah kami untuk dapat hidup menurut hukum-hukum-Mu dan mengasihi sesama dengan tindakan nyata. Amin
JANJI: “Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menycucikan diri sama seperti Dia, yang adalah suci” ---1 Yohanes 3:3
PUJIAN: Orang-orang Kudus, yang setiap hari dirayakan Gereja, telah menunjukkan kualitas hidup ”terhormat” seperti yang disabdakan dan diteladankan Kristus, sekalipun mereka harus mengalami berbagai penderitaan dan aniaya. Kepada mereka Allah Bapa mengaruniakan kebahagiaan kekal.