MENYAMBUT ATAU MENOLAK YESUS?

30 June 2021

Rabu, 30 Juni 2021 

Kejadian 21:5. 8-20

Mazmur 34:7-8, 10-13

Matius 8:28-34

 

“Maka keluarlah seluruh kota mendpatkan Yesus, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah itu” ---Matius 8:34

 

INJIL HARI INI  berkisah tentang dua orang yang kerasukan setan disembuhkan oleh Yesus. Dikisahkan setan mau keluar asal diperbolehkan masuk ke dalam gerombolan babi. Dua ribunan babi jadi kerasukan, menjadi gila, terjun ke danau dan mati. Peristiwa ini membuat penduduk di situ bingung dan ketakutan lalu mendesak Yesus agar segera meninggalkan daerah mereka.

Di Gerasa Yesus ditolak. Di tempat lain ia disambut hangat karena banyak orang telah disembuhkan, karena jamahan tangan Yesus. Orang-orang  di Gerasa lebih ingin kalau Yesus meninggalkan mereka daripada mempersilahkan Yesus meneruskan mukjizat penyembuhan bagi mereka dan mewartakan kedatangan Kerajaan Allah ke dalam masyarakat mereka.

Setelah mengakhiri Kotbah-Nya di bukit, orang-orang takjub, sebab Yesus mengajar “ sebagai orang yang berkuasa tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka” (Mat 7:28-29). Yesus diterima dan ditanggapi secara positif. Juga sewaktu seorang lumpuh disembuhkan oleh Yesus, mula-mula orang-orang ketakutan, tetapi kemudian berubah memuliakan Allah yang telah memberi kuasa sedemikian kepada manusia. Mereka berujar “Yang begini belum pernah kita lihat” (Mrk 2:12). Sewaktu Yesus meredakan angin ribut di danau, orang ketakutan juga dan saling bekata satu sama lain, “Siapakah gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya” (Mrk 4:41).

Sebaliknya sewaktu Yesus menyembuhkan orang lumpuh dan berkata lebih dulu, “dosamu sudah diampuni”, para ahli Taurat yang mendengarnya mengatakan: “ Ia menghojat Allah” (Mat 9:2, 3). Yesus menyembuhkan orang bisu, dengan mengusir setan yang membisukan, orang berkomentar, “Ia mengusir  setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan” (Luk 11: 15). Dan sewaktu Ia balik ke kotanya sendiri, yakni Nazaret, Ia diberi kesempatan  memberi wejangan. Karena dalam kotbah-Nya, Yesus mengungkit dosa-dosa  orang Israel masa lalu, mereka sangat marah, menghalau Yesus, membawa ke tebing dan mau melempar Dia dari tebing itu (Luk 4:28-30). Dan kita?

  • Kalau kita mendapat kesempatan mendengarkan ‘sharing’ dari teman atau membaca bacaan Kitab suci harian, dan isinya ternyata teguran juga bagi diri kita, bagaimana tanggapan kita ? Tidak senang? Kalau tak senang, berarti kita menutup telinga hati. Dan ini sama saja kita menolak dan mengusir Yesus.
  • Juga, kalau kita membaca ajaran, kotbah dan mukjizat Yesus, apakah kita hanya sampai kesan terkagum-kagum, tanpa ada tindak lanjut ?
  • Bisa saja kita juga sering gagal mengenali kehadiran Allah dalam hidup kita yang menyembuhkan!  (SW)

 

DOA: Ya Yesus, bukalah mata dan hatiku  untuk bisa mengenali kehadiran penyembuhan berkat sabda-sabda-Mu!

JANJI: “Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia berbaring” ---Kejadian 21:17

PUJIAN: Di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) yang terdiri dari 62 Paroki, belum semua Paroki memiliki gereja paroki sendiri. Ada dua paroki yang sudah memiliki IMB, tetapi proses pembangunan terganjal oleh sikap kelompok radikal dan intoleran. Ini sudah berjalan duapuluhan tahun. Dengan adanya Menteri Agama Baru ‘Yaqut Cholil Qoumas’, setelah mendapat informasi dari Uskup Agung Jakarta, ada angin segar. Ia memerintah Bimas bersangkutan untuk membereskan pembangunan gereja yang sudah memiliki IMB. Allah mendengarkan doa umat, yang telah bertahun-tahun berdoa dan berseru kepada Tuhan.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.