MENYANGKAL DIRI
26 December 2023
Selasa, 26 Desember 2023
Kisah Para Rasul 6:8-10;7:54-59
Mazmur:31:3c d-4.6.8ab.16bc.17
Matius 10:17-22
“Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu" --- Matius 10:19-20
DALAM KEHIDUPAN ini, kita dihadapkan dengan berbagai pilihan dan juga menghadapi banyak orang. Untuk memilih, tidak selalu pilihan yang harus kita ambil sesuai dengan kehendak pribadi kita. Demikian pula ketika menghadapi atau berelasi dengan sesama, tidak semuanya cocok dan berkenan di hati kita.
Untuk bertanggung jawab atas pilihan yang kita ambil, dan untuk beradaptasi, berelasi dengan seseorang yang tidak terlalu berkenan di hati kita, juga perlu perjuangan dan menjaga agar hati kita tetap tidak kehilangan damai sejahtera.
Merupakan bagian yang amat penting di dalam kehidupan ini adalah penyangkalan diri. Dalam segala aspek kehidupan, ketika kita ingin tetap setia menjadi murid-murid-Nya, yang perlu kita perjuangkan adalah penyangkalan diri kita, sehingga kuasa kasih-Nya yang akan bekerja secara luar biasa dalam diri kita maupun sesama yang berelasi dengan kita.
Menjadi seorang martir cinta kasih Kristus berarti siap dan bersedia untuk menyangkal diri. Menjadi martir bisa dimulai dengan hal-hal kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kita sudah berupaya dengan maksimal untuk tulus di dalam pelayanan? Apakah kita mau menerima permintaan maaf dari seseorang yang sudah menyakiti hati kita? Apakah kita mau berkata-kata dan berbuat yang lebih positif dan lebih menjaga perasaan orang lain? Dan apakah kita mau tetap setia mempertahankan iman Katolik kita dalam segala musim hidup kita?
Yang perlu kita ingat, bahwa ketika kita memberikan kesaksian kita sebagai murid-murid-Nya di setiap saat, Roh Allah sendiri yang akan membimbing, memimpin, dan menguatkan kita. Kuasa-Nya bekerja untuk kita semua, dan tidak pernah meninggalkan kita. (FL).
DOA: “Ya Allah Roh Kudus, kami mengucap syukur karena Engkau hadir dan memperlengkapi kami selalu. Bimbinglah kami sehingga kami selalu setia dalam menjadi saksi-saksi Kristus, Amin.”
JANJI: “Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.” - Mazmur 31:4
PUJIAN: Dari seorang Santo Stefanus, Martir pertama yang kita peringati setiap tanggal 26 Desember, kita meneladani bahwa senjata utama yang ia pakai untuk melawan musuhnya adalah cintanya akan Tuhan. Cinta yang kuat ini yang mendorongnya untuk bersaksi tentang Kristus walaupun ia harus menghadapi perlawanan yang kejam dari musuh-musuhnya. Bahkan sampai saat terakhir hidupnya di dalam penderitaan sekian hebatnya, ia masih sanggup mengeluarkan kata-kata pengampunan ini: “Tuhan, janganlah dosa ini Engkau tanggungkan kepada mereka itu.”
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)