MENYELAMI DALAMNYA KEBAIKAN TUHAN
21 April 2018
Sabtu, 21 April 2018
Kisah Para Rasul 9:31-42
Mazmur 116:12-13,14-15,16-17
Yohanes 6:60-69
Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?” --- Mazmur 116:12
DALAMNYA KOLAM Renang ada batasnya. Kita berani terjun dan menyelam. Tetapi berapa dalamnya lautan ? Kita berani berenang dan menyelam di pantai karang yang warna warni di mana pelbagai macam ikan bebas berenang?
Kita bisa saja membayangkan dalam dan luasnya lautan. Tetapi kita tidak mungkin bisa ‘memahami’ semua kebaikan Tuhan yang Ia lakukan pada kita: “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?” (Mzm 116:12). Coba kita pikir dan renungkan!
Karunia “hidup”. Tuhan berikan ‘karunia hidup’ itu kepada kita semua dan masing-masing dengan segala kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam hal jasmani, pengetahuan, dan kasih . Bisa saja akan ketemu tantangan dan sukarnya kehidupan. Tetapi kita tetap dapat semakin dekat dengan Tuhan, yang telah mengalahkan maut dan kubur.
Hari demi hari yang Tuhan berikan kepada kita, merupakan sebagai
kisah petualangan yang kita tunggu terjadi. Tuhan mencari dan menuntun kita melewati pelbagai peristiwa dalam hidup ini.
Injil hari ini mengingatkan kita ‘kasih-Nya’ yang luar biasa. Yesus menyatakan Diri sebagai “Roti Hidup” yang menghidupi kita. Dan Salib tempat Ia wafat menandai palung dalam samodra kasih-Nya. Karenanya, Ia telah sediakan keselamatan bagi kita. Dari situ Tuhan berencana merubah dan membentuk kita menjadi Umat sebagaimana Tuhan inginkan sewaktu mencipta kita.
Kita semua telah diangkat menjadi putra-putri-Nya dan masuk ke dalam keluarga besar-Nya, yakni Gereja. Ia membuatkan kita berkelimpahan dalam berkat-Nya, yang benar-benar tak dapat dibayangkan sebelumnya.
Dapatkah kita ‘membalas’ segala kebajikan dan kebaikan-Nya? Tak akan pernah dapat ! Yang dapat kita lakukan ialah tetap memegang
teguh komitment kita menjadi anak-anak-Nya. Kita pegang dan perbaharui “Janji Baptis dan Krisma kita”. Kita perbarui “Prasetya hidup bhakti dan imamat kita!”. Itulah cara terbaik membalas segala kebaikan Tuhan !
Doa: Tuhan, perkenankan diriku menyelam ke dalam lautan kasih-Mu!
Janji: “Akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.” --- Mazmur 116:14
Pujian: Hartini mengaku hanya bisa mengucap syukur kepada Tuhan atas hidup keluarga yang semakin terberkati.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ