MENYEMBUHKAN ATAS NAMA YESUS !
08 October 2021
Jumat, 8 Oktober 2021
Yoel 1:13-15; 2:1-2
Mazmur 9:2-3, 6, 16. 8-9
Lukas 11:15-26
“Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, maka dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya?" Lukas 11:19
YESUS DITUDUH ‘mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan’. Saat itu Dia menyembuhkan seorang bisu yang disebabkan dikuasai oleh setan dan orang bisu itu lalu dapat berbicara dengan lancar. Sebelumnya , Yesus telah mengutus kedua belas murid-Nya “memberi tenaga dan kuasa kepada mereka untuk mengusir setan-setan dan menyembuhkan penyakit-penyakit” (Luk 9:1-2). Juga kemudian Yesus mengutus 70 murid-Nya, berdua-dua ke kampung-kampung dengan maksud yang sama (Luk 10:1, 9). Setelah selesai, mereka kembali dan dengan bangga mereka lapor, “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi Nama-Mu” (Luk 10:17).
Dan bacaan kutipan Injil sekarang, Yesus sendiri-lah yang mengusir dari seseorang suatu setan yang membisukan, peristiwa ini juga ditulis oleh Matius (12: 22-30) dan Markus (3:22-27). Dan bagaimana reaksi orang-orang yang menyaksikannya ?
- “heranlah orang banyak” (Luk 11: 14);
- “takjublah orang banyak itu, katanya, ’Ia ini agaknya Anak Daud’ (Mat 12: 23). Sedang Markus menulis,
- “Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak megambil Dia, sebab, kata mereka, Ia tidak waras lagi” (3:20-21).
Tetapi ada orang-orang lain yang menghina Yesus, atas pengusiran setan itu, “Ada di antara mereka yang berkata: ‘Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan’ “ (Luk 11: 15). Markus dengan jelas menyebut ‘ada di antara mereka’ itu adalah “ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem” (3: 22), sedang Matius mengatakan mereka itu adalah ‘orang Farisi’ (12: 24), yang menuduh Yesus mengusir setan dengan ‘Beelzebul, penghulu setan’ .
Entah mereka itu ahli Taurat ataupun orang Farisi, mereka menolak Yesus, mereka sama sekali tidak senang akan Yesus, mereka membenci Yesus. Dan bagaimana reaksi Yesus ?
Awalnya Yesus menanggapi tuduhan mereka dengan tenang dan meyakinkan , “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa. …Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaan dapat bertahan” (Luk 11: 17-18). Kemudian dilanjutkan dengan nada yang meninggi Ia menohok mereka, “Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya ? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu!” (ayat 19).
Mereka menuduh Yesus demikian karena mereka ingin menjatuhkan reputasi baik dari Yesus di tengah rakyat. Hal ini dikarenakan orang-orang Farisi dan ahli Taurat itu lebih berfokus kepada kepentingan diri mereka sendiri. Mereka yang merasa kenyamanan, kedudukan dan pengaruh mereka di tengah-tengah masyarakat terancam oleh kehadiran, karya penyembuhan dan ajaran Yesus, membuat mereka tidak mampu melihat kebenaran yang dilakukan oleh Yesus. Yang ada pada mereka hanyalah marah-marah dan jengkel. Apapun yang dilakukan Yesus selalu dicela dan dianggap salah oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat.
Tetapi dalam bacaan kutipan Injil hari ini, juga kata-kata Yesus yang menyejukkan, “jika Aku mengusir setan setan dengan kuasa , maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu” (Luk 11:20).
Semoga melalui renungan ini, hati kita semakin terbuka terhadap karya-karya Tuhan dalam hidup kita dan peka terhadap kehendak Tuhan untuk kita lakukan bagi sesama, termasuk berdoa untuk sembuhnya saudara kita yang sakit dan mengusir roh jahat, dalam kuasa Nama-Nya. (RIC)
DOA: Allah Bapa yang baik, kami mohon rahmat-Mu agar kami mampu mengenali karya-karya-Mu yang membahagiakan dan menyelamatkan dalam hidup kami.
JANJI: “Siapa tidak bersama Aku, Ia melwan Aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan” Lukas 11: 23
PUJIAN: Suatu Kelompok Persekutuan Doa, mau kedatangan dua anak yang berperangai tidak wajar. Yang satu suka tertawa dan berbicara sendiri tanpa sebab, sedangkan yang lainnya suka marah dan makan pecahan kaca. Tim Doa itu mempersiapkan diri dengan berpuasa dan berdoa memohon petunjuk dari Tuhan sebelum menerima mereka sebagai anggota. Ketika dua anak itu tiba, tim doa hanya menyanyikan lagu puji-pujian dan mereka berdua tertidur dengan lelapnya. Saat bangun, mereka pun mengalami kesembuhan. Para peserta PD, kaget. Tim doa bekerja hanya dengan mengandalkan dan mempercayakan diri pada kuasa Tuhan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ