MENYEMBUHKAN DAN MENGAMPUNI
10 December 2018
Senin, 10 Desember 2018
Yesaya 35: 1-10
Mazmur 85: 9 ab -10,11-12,13-14
Lukas 5:17-26
“Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa - berkatalah Ia kepada orang Lumpuh itu - : "Kepadamu kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” ---- Lukas 5:24
YESUS MENGAJAR orang tentang kebaikan dan menunjukkannya dalam perbuatan nyata. Ia tidak hanya berkata, tetapi semua dibuktikan dengan perbuatan yang dilakukan-Nya. Hal ini jelas berbeda dengan sikap para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang perbuatannya tidak sesuai dengan ajaran yang mereka ucapkan . Walaupun mereka menolak ‘klaim’ Yesus yang mempunyai kuasa mengampuni dosa, tetapi berdasarkan pernyataan mereka sendiri, orang itu sakit justru karena berdosa dan apabila ia disembuhkan, maka itulah bukti bahwa dosa-dosanya telah diampuni.
Dalam kisah ini Yesus memberikan pengampunan kepada orang yang sakit lumpuh, dengan berkata: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” Yesus berkata demikian, karena di Palestina dosa dihubungkan erat dengan penderitaan. Secara implisit orang percaya bahwa apabila seseorang menderita maka ia pasti karena telah berdosa. Dan karena itu si penderita seringkali mempunyai perasaan berdosa yang tidak sehat. Itulah sebabnya Yesus mulai menceritakan kepada orang itu bahwa dosanya telah diampuni. Tanpa itu maka orang tersebut tidak akan percaya bahwa ia dapat disembuhkan.
Dosa membuat rohani kita menjadi sakit. Jika batin kita sakit maka tubuh kita pun akan merasakan sakit, sehingga perlu adanya pengampunan untuk kesembuhannya. Ketika seseorang mengalami sakit parah di mana dokter mengatakan hanya tinggal menunggu waktu, biasanya keluarga akan melakukan rekonsiliasi mengajak orang yang sakit itu untuk menerima pengampunan dan memberi ampun kepada orang-orang yang telah menyakiti hatinya. Setelah melakukan rekonsiliasi, maka seringkali terjadi suatu kesembuhan bagi si sakit, baik kesembuhan fisik maupun psikis karena beban jiwanya menjadi ringan.
Untuk mendapatkan kelegaan dalam hidup, mari kita belajar dari apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus, yakni mengampuni dan memohon ampun atas dosa kita kepada sesama dan kepada Tuhan Yesus melalui Sakramen Tobat. (PIN)
Doa: Tuhan Yesus, Engkau selalu memberi harapan baru bagi setiap anak-anak-Mu, biarlah aku dapat meneladani segala kebaikan-Mu dengan melakukan apa yang Engkau ajarkan, agar aku mau mengampuni ! Terimakasih Tuhan atas anugerah-Mu yang besar dalam hidupku.
Janji: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, AllahMu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!” ---- Yesaya 35: 4
Pujian: Seorang ayah yang merasa gagal mendidik anaknya, yang tetap cuek terhadap orang tuanya sampai dewasa, tiba-tiba mendatangi ayahnya, berlutut di depannya, dan mengatakan, “ Pa aku mencintaimu Pa!”. Ayahnya kaget terharu dan mengeluarkan air mata. Keduanya berangkulan. Terjadilah damai di rumah itu.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ