MERAJA DI HATI DAN HIDUP KITA

25 July 2021

Minggu, 25 Juli 2021

Minggu Biasa XVII

2 Raja 4:42-44

Mazmur 145:10-11, 15-18

Efesus 4:1-6

Yohanes 6:1-15


“Ketika orang-orang itu melihat mukjizat yang diadakan-Nya mereka berkata, ‘Dia ini adalah benar-benar Nabi yang aku datang ke dalam dunia’ ” Yohanes 6:14


SANGAT WAJAR bila orang-orang yang menyaksikan mukjizat pelipatgandaan roti, ingin mengangkat Dia menjadi raja. Ada beberapa hal yang mendasari hasrat mereka mengangkat Yesus menjadi raja.

  • Yesus dapat membebaskan mereka penindasan penjajahan Romawi; • Yesus akan bisa menyediakan gandum guna kebutuhan makan mereka;

Coba saja kita angan-angan:

  • Raja Herodes tentu tak sudi membuat janji-janji seperti itu;
  • Orang Romawi tentu tak sudi memikirkan apalagi mengusahakan demi kesejahteraan orang Yahudi.

Oleh karenanya, mengapa mereka tidak menunjuk Yesus saja yang bisa melakukan mukjizatmukjizat itu menjadi raja? Yesus menolak keras keinginan mereka menjadikan Dia raja! Yesus tidak tertarik menjadi raja duniawi. Ia tak ingin orang-orang itu menentukan DiriNya. Ia ingin sekali mengangkat harapanharapan mereka. Di bacaan-bacaan Minggu ke depan, kita akan mendengarkan Yesus menyatakan bahwa mukjizat-mukjizat-Nya menunjuk kepada suatu mukjizat yang paling agung, yakni bahwa Allah ingin sekali menawarkan kepada kita untuk ambil bagian dalam hidup ilahi-Nya. 

Yesus ingin bukan sekedar ingin membuat perut kenyang. Ia ingin merubah hati kita agar seperti Hati-Nya. Dalam Ekaristi, ia mengundang kita memperokeh hidup dalam Tubuh dan DarahNya. St. Ignatius dari Antiokhia, murid St. Petrus, menulis surat kepada umat di Efesus berbunyi, “Ekaristi adalah obat untuk hidup kekal – lawan dari kematian, santapan yang membuat kita hidup selamanya di dalam Kristus” (kepada umat di Efesus 20:2).

Dalam Misa kita datang menghadap Meja Perjamuan, apa yang kita harapkan: penyembuhan, pengampunan, kelegaan, ketenangan? Memang itu semua adalah bagian dari anugerah Ekaristi. Tetapi Allah mempunyai rancangan yang lebih agung dan mulia: Ekaristi meneguhkan kita dalam cinta dan mewahyukan kuat kuasa kerahiman-Nya – ini Tuhan lakukan secara pribadi dan dengan akrab mesra dengan kita. 

Yesus ingin merubah diri kita dari dalam. Ia ingin meraja di hati dan hidup kita. Ia inginkan kita berjalan dengan penuh keyakinan dan kuasa seperti Dia sendiri. (SW)

DOA: “Ya Tuhan Yesus, isilah diri kami ini dengan kehadiran dan sukacita-Mu sewaktu kami menyambut Ekaristi.”

JANJI: “Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya, dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya” Mazmur 145:17

PUJIAN: Di masa Pendemi Covid-19, umat lansia tidak diizinkan menghadiri Misa off-line (tatap-muka). Sebelumnya, umumnya para umat itu mempersiapkan untuk menghadiri Ekaristi dan menyambut Hosti Suci dengan mempersiapkan diri semalam sebelumnya. Dengan persiapan yang sama itu, para lansia menghadiri Misa ‘on-line’. Dengan kebijakan baru, mereka juga bisa menyambut Hosti Kudus, yang dibawakan oleh anggota keluarga yang hadir dalam Misa di gereja dengan ‘off-line’, setelah selesai hadir dalam Misa ‘on-line’ itu, mereka yang di rumah lalu menyambut-Nya.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ


Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.