MESIAS PEMULIH
17 July 2021
Sabtu, 17 Juli 2021
Keluaran 12:37-42
Mazmur 136:1, 23-24, 10-12, 13-15
Matius 12:14-21
“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Mazmur 136:1
INTI POKOK Mazmur 136 adalah syukur atas kasih setia Yahwe kepada umat Israel, yang membebaskan mereka dari tangan para musuh. Rasa syukur itu begitu dalam, sehingga setiap akhir ayat selalu ada ungkapan yang sama: “bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Bagi orang-orang Israel, pengalaman bebas dari kekuasaan Mesir menuju ‘Tanah Terjanji’, seperti dikisahkan pada Keluaran 12: 37-42, memang sangat mengesan. Namun sebenarnya, pembebasan itu didahului dengan ‘kekerasan’. Sebelum berangkat, orang-orang Israel lebih dulu minta dari orang Mesir, barang-barang emas dan perak, serta kainkain. Kemudian, “mereka merampasi orang-orang Mesir” (lih. Kel. 12:35.36b).
Bagi orang-orang Israel, pengalaman bebas dari kekuasaan Mesir menuju ‘Tanah Terjanji’, seperti dikisahkan pada Keluaran 12: 37-42, memang sangat mengesan. Namun sebenarnya, pembebasan itu didahului dengan ‘kekerasan’. Sebelum berangkat, orang-orang Israel lebih dulu minta dari orang Mesir, barang-barang emas dan perak, serta kainkain. Kemudian, “mereka merampasi orang-orang Mesir” (lih. Kel. 12: 35.36b).
Penyelamatan Yahwe tidak terbatas pada pembebasan orang-orang Israel belaka, tetapi juga pembebasan seluruh umat manusia dari jerat dosa. Untuk karya keselamatan semacam itu, corak Mesias yang akan datang, sangatlah berbeda. Nabi Yesaya mengatakan, Mesias, orang pilihan Yahwe yang akan datang, adalah seorang Hamba Allah, yang dipenuhi oleh Roh Ilahi. Ia akan “Menyatakan hukum kepada segala bangsa. … Buluh yang terkulai, tidak akan diputuskannya; sumbu yang pudar nyalanya, tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum” (Yes 42:2- 3).
Inilah Mesias Pemulih, yang tidak menghancurkan atau membinasakan ‘yang terkulai’ atau ‘yang pudar’, tetapi yang dengan pengorbanannya, mengembalikan semua orang ke fitrah mereka, sebagai Ciptaan Ilahi. Inilah Mesias yang menunjukkan arah yang sesungguhnya, yaitu hukum Ilahi, hukum kasih dan kerahiman bagi semua bangsa (lih. Mat 12: 18.20), yang tidak tergantung pada hukum manusia, bahkan hukum Sabat sekalipun. Namun justru Mesias Pemulih, yang menyembuhkan “orang yang mati sebelah tangannya” (lih. Mat 12:9-15a) ini, tidak diterima oleh kaum Farisi. Bagi mereka, Mesias semacam itu akan menafikan kedudukan serta identitas istimewa mereka. Inilah alasan mengapa mereka kemudian “bersekongkol untuk membunuh Yesus” (Mat 12:9a), perwujudan konkret Mesias Baru.
Memang, orang-orang macam kaum Farisi, yang merasa telah menguasai ‘ilmu agama’ secara lengkap, sering justru mudah terjebak pada perasaan dan kesombongan bahwa dirinya adalah sang penyelamat.
Memulihkan memang lebih sulit ketimbang menghancurkan. Dibutuhkan kerendahan hati, pengorbanan, dan keutamaan harapan. (WIT)
DOA: “Ya Bapa yang Mahabaik, anugerahilah kami kerendahan hati, terutama di kala orang lain memuji kehidupan iman kami.”
JANJI: “Segala pulau mengharapkan pengajarannya Hamba-ku.” Yesaya 42:4
PUJIAN: Ada cerita tentang seorang hamba Tuhan yang ‘bertobat’. Dulu, dia terkenal bisa mengusir setan, menyembuhkan, manjur memberi konseling rohani, mahir bahasa roh, dan banyak lain. ‘Pasien’nya kebanyakan orang kaya atau orang besar, karena hanya dengan itu kebesaran Allah akan lebih tampak, katanya. Kemudian, ia jatuh sakit; sangat lama. Reputasinya hancur: “Tabib tak bisa menyembuhkan dirinya”. Dalam depresi, dia akhirnya melihat, sesungguhnya semuanya itu bergantung pada anugerah rahmat Ilahi. Bukan kekuasaan atau mantra.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ