“MESIAS” > ‘TERURAPI” > ”KRISTUS”

24 April 2018

Selasa, 24 April 2018

Kisah Para Rasul 11:19-26

Mazmur 87:1-3,4-5,6-7

Yohanes 10:22-30

 

“Jika engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami!” --- Yohanes 10: 24

 DALAM LATIHAN ROHANI, mengenai “Meditasi”, St. Ignatius meminta kita yang retret untuk menggambarkan diri kita berada di tempat peristiwa terjadi: kita diminta melihat apa yang dilakukan dan diperbuat Yesus, dan mendengarkan  apa yang Ia katakan. Juga siapa-siapa saja yang hadir di situ; bagaimana orang-orang itu menanggapi apa yang dilakukan atau katakan Yesus.

Hari ini, Injil mengisahkan di Hari Raya “Pentahbisan Bait Suci” Yesus datang dan berjalan-jalan di dalamnya. Orang-orang Yahudi yang tidak senang dengan Yesus mengenai ajaran dan yang Ia perbuat, mengeliling-Nya dengan mata sangar melototi-Nya. Mereka bertanya “Jika engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami!”(Yoh 10: 24)! Menurut orang-orang Yahudi yang saat kitu menjadi penduduk yang dikuasai penguasa Romawi, sangat kritis terhadap Yesus. Apa yang Ia ajarkan dan lakukan menarik puluhan ribu orang. Ini dikawatirkan akan dengan mudah dicap gerakan melawan Roma. Mereka takut bahwa diri mereka akan lebih menderita. Pertanyaan kepada Yesus tentang jati diri-Nya sebagai Mesias menunjukkan kekawatiran mereka. Mesias waktu itu oleh mereka ditafsir sebagai pimpinan politik yang mengusir penjajah.

Hal yang kedua masalah ‘klaim’ Yesus bahwa diri-Nya sederajat dengan Allah Bapa. Bagi orang Yahudi, menyebut nama Allah itu sangat tabu. Maka lalu ada banyak gelar untuk ‘misteri’ hakikat Allah ini. Dalam melakukan mukjizat, Yesus, seorang anak tukang kayu yang mereka kenal, berani-beraninya mengatas nama kuasa Allah dan malahan menyatakan diri-Nya sama dengan derajat Allah, ini suatu hojatan yang tidak dapat dimaafkan.

Dengan memahami latar belakang ini, kita lalu lebih bisa mengerti mengapa orang-orang Yahudi bereaksi keras dan menolak Yesus. Hidup iman kita akan Yesus memang akan lebih diteguhkan. Tetapi juga kita lalu lebih menyadari mengapa ajaran Yesus cukup sukar kita terapkan dalam hidup sehar-hari. Upama saja perintah “mengampuni” orang yang sangat melukai hati kita! Ini tidak perlu diartikan bahwa iman kita masih lemah, tetapi sebaliknya, ini menyadarkan kita bahwa kita masih dalam perjalanan ziarah di bumi menuju sorga, dan belum sampai tujuan.

Doa: Ya Tuhan, Dikau mengetahui bahwa masih ada area dalam hidupku di mana aku masih bergumul. Bantulah diriku ajarilah aku menyerah total kepada-Mu!

Janji: “Di Antiokhialah murid-murid itu  untuk pertama kalinya disebut ‘kristiani’” --- Kisah Para Rasul 11:26

Pujian: Dari Sejarah Gereja di Indonesia, swargi Romo van Lith SJ, yang diabadikan dengan yayasan pendidikan ‘van Lith” di Muntilan, menggembleng murid-muridnya yang katolik, bukan hanya menjadi guru mata pelajaran yang handal, tetapi sekaligus juga ‘guru agama’. Mereka bukan dikirim ke sekolah-sekolah katolik tetapi sekolah-sekolah negeri waktu itu. Di situlah mereka mewartakan Kristus.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.