METAMORFOSIS ROHANI

02 September 2020

Rabu, 2 September 2020                                                  

1 Korintus 3:1-9                                                

Mazmur 33:12-15, 20-21

Lukas 4:38-44

 

“Ia (Yesus) berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.” ---  Lukas 4:39

 

SEBAGIAN BESAR dari kita pasti pernah menyaksikan perubahan bentuk dari kepompong menjadi kupu-kupu yang indah. Perubahan itu dikenal sebagai proses ‘metamorfosis.’ Daur hidup sesungguhnya dimulai dari telur yang menetas menjadi ulat, kemudian menjadi kepompong, dan akhirnya menjadi kupu-kupu dewasa’ .

Hidup manusia pun mengalami perkembangan alami, dari bayi yang diberi makanan sehat mengalami perkembangan fisik dari hari ke hari sampai akhirnya menjadi orang dewasa. Demikian pula seorang manusia akan mengalami pertumbuhan rohani secara periodik, bila terus menerus disuapi dengan Firman Tuhan, menyambut sakramen-sakramen, khususnya menyantap Tubuh dan Darah Kristus, ia akan menjadi orang beriman yang dewasa. Itulah perkembangan alami baik, jasmani maupun rohani.

Tetapi bila umat itu mengalami pertobatan radikal lewat rekoleksi, retret , seminar-seminar dalam hidup rohani, khususnya mengalami ‘pencurahan Roh Kudus’ dan hidup dibimbing rohani oleh senior dalam rohani dan khususnya Roh Kudus, ia akan mengalami ‘Metamorfosis’ rohani. Dengan menyerahkan diri seutuhnya kepada Kristus, ia akan dipakai menjadi ‘berkat’ bagi orang lain. Dari sekedar orang beriman, berproses menjadi ‘pewarta, penginjil, pendoa dan pelayan  bagi ‘Kerajaan Allah’. Mereka dimampukan Tuhan melakukan tugas-tugas mulia.

Lukas mengkisahkan ibu mertua Simon yang  disembuhkan Tuhan Yesus. Pada waktu sakit, dia sama sekali tidak berdaya melakukan apapun. Namun ketika dijamah oleh Yesus dan sembuh , dia menjadi kuat dan mampu melayani Tuhan dan rombongan-Nya (Luk 4:39).

Hal ini menunjukkan bagaimana kehadiran Tuhan Yesus dalam hidup seseorang, dengan jamahan-Nya,  memampukan orang mengalami ‘metamorfosis   rohani’.

Bagaimana dengan kita?

Setiap pribadi beriman, karena jamahan Tuhan, mempunyai pengalaman ‘ber-metamorfosis rohani’ yang berbeda. Siapa yang berperan dan di mana tempat dia bertumbuh berkembang, tidak menjadi masalah. Hanya Satu yang berkuasa memberi pertumbuhan pada pribadi tersebut yakni Allah sendiri (1 Kor 3:7). Sangat diharapkan setiap orang yang telah mengalami metamorfosis rohani tetap setia melakukan pelayanan untuk kemuliaan Allah. Renungkanlah ayat Mazmur terkutip “Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka.” (Mzm 33:15).

Allah, Bapa kita, membantu, menjaga, mengawasi dan  memperhatikan pelayanan yang kita lakukan di dunia ini. Marilah kita melakukan bagian pelayanan kita masing-masing dengan kesungguhan hati, dengan bantuan rahmat-Nya. (LP)

 

DOA: Ya Bapa, secara perlahan namun pasti Engkau telah menumbuh-kembangkan rohaniku, agar semakin mampumelayani sesamaku dengan tulus hati.

JANJI: “Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!“ ---- Mazmur 33:12

PUJIAN: Seorang ibu, 79 tahun, di suatu Paroki, mengalami pertumbuhan rohani di pengujung usia senjanya. Ia dimampukan masih bisa melakukannya agar para lansia sebaya dapat mengenal Yesus.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.