MEWARTAKAN INJIL – TUGAS KITA BERSAMA
29 April 2021
Kamis, 29 April 2021
St. Katarina dr Siena
Kisah pr Rasul 12:13-25
Mazmur 89:2-3, 21-22, 25,27
Yohanes 13:16-20
“Barangsiapa menerima orang yang Ku-utus, ia menerima Aku, dan barangsiapa yang menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku”--- Yohanes 13:20
SETELAH YESUS bangkit dari mati dan sebelum Ia terangkat ke sorga, Ia menampakkan Diri kepada para rasul-Nya yang Ia pilih. Kepada mereka Yesus berpesan: “Pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah Injil kepada segala mahkluk” (Mrk 16:15). Pesan ini juga bergaung di akhir Injil Matius, “Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (Mat 28:19). Dan setelah peristiwa Pentakosta, para rasul dengan penuh keberanian mulai mewartakan Injil (Kisah 2:7-11, 14-40). Lebih dari itu, para rasul memahaminya perutusan mewartakan Injil adalah suatu keharusan.Bagi Paulus mewartakan Injil, “adalah suatu keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil” (1 Kor 9: 16).
Dan para rasul telah siap mentalnya, bila dalam mewartakan Injil mereka menghadapi pelbagai rintangan dan halangan, dari ditolak, dibenci, dikejar-kejar, dimasukkan penjara dan dibunuh , karena Nama Yesus. Dan Dia telah mengatakannya hal itu sewaktu masih bersama mereka (Mrk 13:9-10). Yakobus dibunuh di Yerusalem dan Petrus mengalami ditangkap dan dijebloskan penjara dan secara mukjizat Petrus dilepas dari penjara (Kisah 12: 1-5, 7-11).
Apapun halangan yang ada dan seberat apapun, Yesus tetap akan membela para murid-Nya. “Jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberi kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu” (Luk 21: 14-15). Dan Markus mengatakan hal yang sama dengan cara sedikit berbeda, “ Janganlah kamu kawatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkah Roh Kudus” (Mrk 13: 11). Mengapa ? Sebab, “Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa” (Mrk 13: 10).
Dan sekarang ini tugas kita semua mewartakan Injil di negeri kita sendiri. Tiap akhir Misa, imam yang memimpin Ekaristi selalu menutupnya dengan kata-kata, “Perayaan Ekaristi sudah selesai”. Dan umat menjawab, “Syukur kepada Allah”. Akhirnya imam tersebut mengajak kita, “Marilah pergi. Kita diutus”. Itu bukan ajakan basa-basi. Kita perlu menyadari ‘Diutus untuk apa’? Kita diutus, selaras dengan ‘Amanat Yesus akhir”, kita diutus untuk mewartakan Injil, untuk menjadi saksi-saksi-Nya, untuk menjadi terang dan garam masyarakat.
Dan untuk perutusan itu, kita harus siap mental, karena penolakan dan benci akan Nama Yesus tetap ada sampai sekarang. Tetapi kita tetap percaya akan janji Yesus, "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:20). (SW)
DOSA: Tuhan, buatlah aku tetap rendah hati dan tabah dalam mewartakan Injil-Mu!
JANJI: “Firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang” --- Kisah 12:24
PUJIAN: Tercatat banyaknya martir dalam Gereja di abad-abad pertama, dan Gereja tetap berkembang. Lalu muncullah peribahasa dalam Bahasa Latin, “Sanquis Martyrum, semen Christianorum”, yang diartikan “Darah para martir merupakan benih umat kristiani”.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ