MISI UTAMA YESUS ADALAH MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH

10 January 2024

Rabu, 10 Januari 2024

1 Samuel  3:1-10.19-20

Mazmur 40:2.5.7-8a.8b-9.10

Markus 1:29-39


“Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan supaya disana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang” - Markus 1:38

 

KETIKA YESUS hadir di dunia, Dia mempunyai banyak kuasa dimana diantaranya adalah kuasa untuk menyembuhkan berbagai macam  penyakit dan punya kuasa untuk mengusir setan dari tubuh orang. Semua kuasa dan tindakan Yesus menyatakan bahwa Yesus membawa kuasa dari Bapa sendiri yang digunakan untuk mendukung misi utama Yesus yaitu mewartakan Kerajaan Allah yang membawa kebaikan dan kesembuhan bagi kehidupan manusia.

Setelah mengajar di rumah ibadat Kapernaum, menyembuhkan demam mertua murid-Nya hingga menjelang malam Yesus masih menyembuhkan banyak berbagai penyakit dan mengusir setan. Tentu jika itu terjadi pada kita, bekerja hingga malam merupakan pekerjaan yang cukup melelahkan. Namun walaupun demikian ditengah kesibukan-Nya, keesokan harinya waktu hari masih gelap, Yesus masih menyediakan waktu-Nya untuk bersekutu dengan Allah dalam doa. Lalu setelah itu Yesus mengajak murid-murid-Nya pergi dari Kapernaum dan ke kota-kota lain karena misi utama Yesus adalah mewartakan kerajaan Allah kepada semua orang.

Yesus memberikan satu teladan yang sangat baik bagi kita. Ditengah kesibukan pekerjaan-Nya, dengan semua kuasa dan kehebatan yang Dia miliki, Yesus masih tetap memiliki waktu relasi dengan Bapa dan Yesus tetap ingat tanggung jawab dan misi utama yang Bapa berikan ke Dia. Demikian hal nya dengan kita, ditengah kesibukan pekerjaan kita, setiap hari ada waktu bersekutu Allah yang memberikan hikmat bagi kita dalam mewartakan kabar baik kepada semua orang. Mari bagi kita yang telah menerima rahmat kesembuhan dari Tuhan, kita dipanggil untuk menjadi murid Yesus, yakni juga mewartakan kerajaan Allah. (Hendry Wigin).


DOA: ”Bersabdalah Tuhan, hamba-Mu mendengarkan, mampukan kami pergi mewartakan Injil, Amin.”

JANJI: “Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku, Taurat-Mu ada dalam dadaku. Aku mengabarkan keadlilan dalam jemaah yang besar, bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.” - Mazmur 40:9-10

PUJIAN: Hana (Ibrani: Chana atau ?annah) adalah istri dari Elkana dan ibu dari Samuel sesuai Kitab 1 Samuel. Tokoh alkitab ini sudah hilang pengharapan karena Tuhan telah menutup rahimnya.  Dia sering dihina namun dia tidak membiarkan dirinya dikuasai emosi ketika ia merasakan sakit hati. Sebaliknya, ia membawa semuanya ke dalam doa kepada Tuhan. Ia pun yakin satu-satunya Pribadi yang dapat menolongnya adalah Tuhan.  Karena itu segeralah ia datang kepada Tuhan.  Di bait-Nya yang kudus, dengan hati hancur, Hana mencurahkan segala beban hidupnya. Mungkin Tuhan telah menutup rahim Hana selama bertahun-tahun, tetapi Dia tidak pernah menutup telinga-Nya terhadap umat yang siang malam berseru-seru kepada-Nya.  Lalu ketika Tuhan mengabulkan doanya, ia mengembalikan semua yang telah diterimanya kepada Tuhan. Sesuatu yang sangat berharga bagi dia, sesuatu yang membuat dia tidak lagi merasa pedih hati, yaitu Samuel. Namun akhirnya Tuhan memberikan 3 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan sebagai pengganti Samuel. Dari kisah Hana, yang dapat kita pelajari adalah Wanita yang  bertahan menghadapi masalah nyata, berdoa tidak berkeputusan dengan penuh Roh, Menerima jawaban doa, Menepati janjinya kepada Tuhan dan. Memuji Tuhan atas berkat Tuhan.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.