MOHON SEMANGAT PENGINJILAN

25 May 2019

Sabtu, 25 Mei 2019

St. Beda, Gregorius VII, Paus, M. Magdalela de Pazzi

Kisah Para Rasul 16:1-10

Mazmur 100:1-3, 5

Yohanes 15:18-21

 

“Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.”  — Kisah 16:5


KITA TAK LUPA bahwa Yesus telah berpesan kepada para murid-Nya dan terus menekankan agar kita mengasilkan buah, buah yang berlimpah, buah yang tahan lama (Yoh 15:5). Maka tepatlah kalau kita menanyakan kepada diri kita sendiri, “Berapa orang yang telah berhasil kita coba bimbing untuk mau ber-komitmen kepada Tuhan, lewat kata-kata, kasih, pelayanan, kesaksian, doa dan puasa kita?” Ada pertanyaan yang gampang-gampang sukar dijawab, “Berapa orang yang telah saya tuntun untuk menerima Kristus masuk ke dalam Gereja-Nya?” Upama saja, sewaktu Paulus mendengar akan iman Timotius, Paulus sangat rindu mengajak Timotius untuk ikut dalam perjalanan misioner mewartakan Injil. Dan ini merupakan tahap awal latihan pelayanan dalam memimpin Gereja (Kisah 16:3; 2 Tim 1:5).

Dalam hal ini, boleh dikata bahwa setiap dari kita ini dijadikan pembimbing panggilan, yakni membawa umat katolik, apapun pekerjaannya untuk menjadi pemimpin dalam Gereja. Tahap pertama ialah mau menjadi saksi-saksi Kristus (Kisah 1:8) dan kemudian menjadi pewarta-pewarta. Sebab hakikat hidup Kristiani dan kepemimpinan ialah ‘penginjilan’. Paus Paulus VI, dalam Ensikliknya, “Evangelium Nuntiandi” dengan tegas dan jelas menekankan hal ini “Adanya Gereja ialah untuk pewartaan” (no. 14). Dan inilah pula yang menjadi titik tolak sekaligus jiwa dari adanya ”Sekolah/Kursus Evangelisasi Pribadi (SEP/KEP)”. Mari kita senantiasa berusaha berbuah lebat dan menjadi pewarta dan penginjil yang bersemangat. Mari kita bersedia menjadi pembimbing panggilan hidup. Kita mohon apa kehendak Tuhan bagi diri kita masing-masing “di ladang panenan-Nya”?

Doa:  Bapa buatlahmata hatiku seperti mata hati Bapa melihat apa itu hidup kristiani.

Janji: “Aku memilih kamu dari dunia!” --- Yohanes 15:19

Pujian: Tercatat dalam Sejarah Gereja, bahwa S. Gregorius VII, Paus, (1020-1085) pernah berujar ‘Aku mencintai keadilan dan benci akan kejahatan ... maka aku mati dalam pengasingan...’

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.