MUJIZAT HARI NATAL
25 December 2022
Minggu, 25 Desember 2022
HARI RAYA NATAL
Misa Fajar:
Yesaya 62:11-12
Mazmur 97:1.6. 11-12
Titus 3:4-7
Lukas 2:15-20
Misa Siang:
Yesaya 52:7-10
Mazmur 98:1. 2-3ab. 3cd-4. 5-6
Ibrani 1:1-6
Yohanes 1:1-18 (Yoh. 1:1-5. 9-14)
“Nyanyikanlah lagu baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus”. --- Mazmur 98:1
ADA DUA MUKJIZAT BESAR dalam Inkarnasi menurut Yoh. 1: 1-18. Yang pertama adalah ‘Putra Allah menjadi manusia’. “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Yang Tunggal dari Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yoh. 1:14).
Mukjizat kedua adalah bahwa ‘kita semua menjadi anak-anak Allah’. “Semua orang yang menerima-Nya, diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yoh. 1:12).
Pada mukjizat pertama, makna ‘Firman (Yun. logos) telah menjadi manusia’ adalah bahwa kini seperti dalam kisah penciptaan (Kej.1), semesta dipersatukan (kembali) dalam Putra Allah. Ungkapan Yunani, ‘logos’, yang diambil oleh Yohanes dari filsafat Yunani, mengandung makna ‘sebuah prinsip yang menyatukan dan mengikat semesta, sehingga muncul sebuah keteraturan baru’. Logos bukan sekedar kata-kata. Ia adalah kekuatan seperti yang digambarkan dalam Kitab Kejadian. “Berfirmanlah Allah, dan jadilah segala ciptaan” (lih. Kej. 1: 3.6.11.14.20.24.26).
Pertanyaannya, mengapa harus Putra Allah sendiri yang menjelma menjadi manusia? Secara sederhana Paulus menjelaskan. “Semua orang itu telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rom. 3:23). Dan, upah dosa itu ialah maut (lih. Rom. 6:23). Tidak ada yang dapat mengalahkan maut kecuali Allah sendiri. Maka hanya Putra Allah sendirilah, dalam kesatuan dengan Bapa dan Roh, yang dapat mematahkan kuasa maut, serta mendatangkan hidup yang tidak bisa binasa (lih. 2 Tim. 1:10). Atas dasar ini, maka Allah mengutus Putra-Nya, agar manusia menerima kembali karunia Allah, ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (lih. Rom. 6:23).
Secara ringkas, melalui mukjizat Inkarnasi, sebuah hidup baru kembali dianugerahkan kepada kita. Inilah mukjizat kedua, yaitu manusia menjadi mahluk baru, di mana seluruh hidupnya kini berada ‘dalam Kristus, Sang Putra Allah’. Paulus mengatakan: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Kor 5:17).
Ini artinya bahwa dasar keberadaan hidup kita adalah kasih Allah, bukan ideologi manusiawi. Ini bermakna, ketika kita menghadapi berbagai kesulitan hidup, penderitaan, atau sebaliknya, kegembiraan dan sukacita, rahmat Tuhan-lah yang harus jadi andalan kita. Saat bahagia, mungkin ini mudah. Namun, saat penderitaan, iman pada kasih Allah, terkadang sangat sulit dihidupi.
Di sinilah, penginjil Yohanes mengajak untuk teguh percaya bahwa kita ini dikasihi oleh Allah. Ini pulalah panggilan hidup Kristiani, yaitu mengasihi sesama, sehingga saudara kita itu merasa hidupnya bernilai, bukan sebaliknya, merasa sebagai obyek belas kasihan, atau lebih parah lagi, menjadi ‘bahan publikasi untuk popularitas’.
Dengan jelas Paulus menguraikan bagaimana rahmat Allah adalah yang utama dalam ‘hidup baru’ tersebut.
“Ketika kemurahan Allah, Juruselamat kita, serta kasih-Nya kepada manusia, menjadi nyata pada waktu Dia telah menyelamatkan kita. Itu bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali, dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita” (Tit. 3:4-7). (WIT)
DOA: “Ya Allah yang Mahakasih, kami mengucapkan syukur atas anugerah Ilahi-Mu, yaitu Putra-Mu sendiri. Dia lah yang menjadikan hidup kami memiliki nilai Ilahi, dan membuat kami mampu menyebar bibit-bibit ke-Ilahi-an itu kepada sesama kami”. Amin.
JANJI: “TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita”. – Yesaya 52:10
PUJIAN: Selamat Hari Natal 2022. “Merry Christmass” (=Sugeng Wiyosan Dalem Sang Timur).
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ