NABI YESAYA, YESUS KRISTUS, DAN KITA

06 January 2022

Kamis, 6 Januari 2022

1 Yohanes 4 : 19 -- 5 : 4     

Mazmur 72 : 2, 14, 15bc, 17 

Lukas 4 :14-22a


… kata-Nya :  “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”  --- Lukas 4 : 21


NABI YESAYA diurapi dan diutus Allah menyerukan pertobatan dan mengajak para pemimpin Israel untuk hidup dalam ajaran Allah. Israel pada zaman itu masih diliputi peperangan terus menerus dan banyak terjadi kekacauan serta penindasan juga ketidaksetiaan umat kepada Allah. Ia memperingatkan kepada seluruh bangsanya bahwa apabila mereka tidak menuruti ajaran Allah maka mereka pasti binasa. Nama Yesaya mempunyai arti : Tuhan adalah penyelamat, melalui dia banyak disampaikan nubuatan-nubuatan tentang kedatangan Yesus Kristus.

Setelah pencobaan di padang gurun, Yesus  memulai karya pemberitaan Injil, mengajar banyak orang dan di sinagoga-sinagoga. Ia begitu terkenal karena isi pengajaran dan caranya mengajar sebagai Guru yang penuh kuasa serta wibawa.

Suatu ketika di sinagoga, saat akan mengajar,  petugas menyodorkan kepada-Nya gulungan kitab nabi Yesaya.  Dari sekian banyak ayat dalam kitab tersebut, Yesus memilih satu bacaan , yaitu ucapan nabi Yesaya yang menunjuk pada perutusannya saat itu  (Yes 61:1-2), yang  ditulis kembali dalam Injil hari ini, Lukas (4:18-19),  “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (4:18-19).    Dengan penuh wibawa Yesus menutup bacaan tersebut dengan berkata: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Luk 4:21) .

Kita memahami maksud-nya genap karena Diri-Nya sendiri, Yesus Tuhan yang adalah Penyelamat saat itu telah datang, tengah memulai karya-Nya dalam menuntaskan  penyelamatan umat manusia. Dan dari masa ke masa, Allah tidak pernah berubah, selalu amat sangat memperhatikan kaum miskin (berkekurangan, susah, menderita), orang-orang yang jiwanya terikat pada berbagai hal, mereka yang hidup dalam kebutaan dan kegelapan, mereka yang tertindas.  Yesus menyelamatkan mereka dankita semua umat manusia  bukan dengan senjata, kekerasan, melainkan dengan mengajarkan tentang kebenaran-kebenaran Allah dan diwujudkan-Nya sendiri sebagai teladan  cinta kasih terhadap Allah dan sesama. Puncak dari karya penyelamatan itu Ia tuntaskan melalui pengorbanan diri-Nya, tubuh dan darah-Nya yang Ia curahkan di atas kayu salib.   Ia telah bangkit dan naik kembali ke tahta kemuliaan-Nya di surga, namun sebelum itu. Ia telah mengutus para murid-Nya untuk meneruskan karya penyelamatan tersebut, sampai ke ujung dunia, memberitakan kabar baik dan menjadikan segala bangsa sebagai murid-Nya dan Ia sendiri akan menyertai sampai akhir jaman (Mat 28: 19-20).

Sebagai murid-murid Kristus, setelah membaca dan merenungkan Injil hari ini, mari kita juga memantapkan hati dan niat untuk melakukan apa yang telah diucapkan oleh nabi Yesaya, dan telah digenapi secara sempurna oleh Kristus sendiri, sebagai karya misi dalam hidup  kita. Kita semua diutus-Nya. Membawa Kristus Sang Kabar Baik kepada semua orang yang kita jumpai terutama mereka yang membutuhkan “penyelamatan”.  Cinta Kasih Kristus, diwariskan-Nya kepada kita sebagai pedoman. (VLB / Amanda)

 

DOA: Roh Kudus tinggallah dalamku, urapi dan bimbing aku supaya aku dapat melakukan misi perutusanku sesuai dengan kehendak-Nya.  Amin

JANJI: “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”  - Yohanes 3:17

PUJIAN: Para Santo dan Santa dalam Gereja Katolik yang menghidupi Firman Allah dengan karya misi mereka, mengamalkan cinta kasih terhadap sesama, mereka antara lain adalah : Santa Teresa dari Kalkuta (Ibu Teresa), Santo Vincentius a Paulo dari Perancis yang digelari sebagai “Bapak Orang Miskin” > ingat Yayasan Vincentius !

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.