NASEHAT YANG MENANTANG
28 February 2022
Senin, 28 Februari 2022
1 Petrus 1: 3-9
Mazmur 111: 1-2, 5-10
Markus 10: 17-27
“Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah yang kau miliki. dan berilah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau beroleh harta
di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku!”
Markus 10: 21
JAWABAN YESUS yang berupa nasehat yang menantang itu diawali dengan pertanyaan dari sang pemuda dewasa yang kaya kepada Yesus, “Apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal” (Mrk 10:17).
Dari pertanyaan itu kita lalu tahu bahwa di zaman Yesus , berkat pendidikan orang tua yang beriman, anak muda sudah tahu bahwa tujuan hidup ini adalah untuk memperoleh ‘hidup yang kekal’. Tetapi ia tidak tahu bagaimana caranya atau apa yang harus ia perbuat agar memperolehnya !
Jawaban Yesus sederhana , seperti diwartakan di sinagoga-sinagoga yaitu mematuhi Hukum Musa, khususnya ke-10 Perintah Allah. Sang pemuda jujur mengatakan bahwa dirinya telah patuh setia sejak muda melaksanakannya, sehingga Yesus berkenan, dengan memandang dia dengan penuh kasih. Dan Yesus langsung menunjukkan ada sesuatu yang kurang padanya. Ia utarakan sebagai nasehat yang menantang dan radikal kepadanya sebagai suatu tawaran bebas. “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah dan juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutikah Aku” (Mrk 10: 21).
Mungkin kita juga seperti pemuda kaya itu bertanya-tanya, siapa Yesus itu ? Siapa Yesus itu, sampai berani menyatakan Diri-Nya jauh lebih berharga dari segala kekayaan milik sang pemuda, yang patut dipilih dan diikuti ? Betulkah Dia ini Anak Allah , yang diutus Allah guna menyelamatkan kita dan membuka pintu surga bagi kita ? Atau Dia sekedar Guru dan pemimpin yang karismatis?
Kita bisa membayangkan diri kita sebagai ‘pemuda kaya itu’ yang menghadap Yesus. Kita berbincang dengan-Nya, apa saja yang ingin kita katakan. Bayangkan Yesus menatap wajah dan mata kita untuk beberapa menit. Dan kita membalas-Nya dengan memandang-Nya, rasakan tatapan mata-Nya, yang memancar kasih, yang terasa lembut dan menyapa, dan tentu hati kita akan tergerak dan ingin sekali membalas kasih-Nya. Jangan kaget, di saat itulah kita telah siap untuk meninggalkan segalanya demi Dia dan mempersembakan segalanya kepada-Nya. (S.Widjojo)
DOA : Ya Yesus, bantulah diriku menemukan harta kekayaan dalam Diri-Mu. Isilah hatiku dengan api kasih-Mu.
JANJI : “Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada-Nya , sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya” 1 Petrus 1: 8
PUJIAN: Seorang Pastor muda, ditanya anak OMK, mengapa dia memutuskan menjadi imam. Sang Imam muda menjawab, sewaktu dirinya selesai studi Strata satu, tetap ikut OMK di Parokinya. Suatu kali dia ikut Rekoleksi. Romo pembawa Rekoleksi membahas pericope ‘Mutirara yang terpendam dan Mutiara yang berharga’ (Mat 13:44-45). Selesai pembahasan, pastor meminta peserta supaya berdoa dan menggali bagi diri masing-masing ‘apa makna Mutiara terpendam dan Mutiara yang berharga’.
Pastor muda bersharing mengaku dirinya terus terbayang wajah Yesus. Ia artikan mutiara itu Yesus sendiri. Ia lalu putuskan meninggalkan karirnya sebagai karyawan yang memiliki masa depan yang cermerlang dan masuk ke Seminari lewat ‘Propang’ (Promosi Panggilan), yang ada di Paroki.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ