NASIHAT GAMALIEL 'CES-PLENG'
26 April 2022
Jumat, 29 April 2022
St.Katarina dari Siena
Kisah para Rasul 5: 34-42
Mazmur 27: 1,4,13-14
Yohanes 6: 1-15
“Jika maksud dan perbuatan mereka dari manusia tentu akan lenyap,
tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan melenyapkan orang-orang ini; mungkin kamu ternyata (yang)… melawan Allah”
Kisah Para Rasul 5: 38-39
TENTU GAMALIEL telah mendengar sendiri apa yang diajarkan kedua murid Yesus itu dan telah menyaksikan mukjizat-mukjizat mereka. Ia merasakan ada sesuatu kuasa dan kekuatan luar biasa di balik ajaran dan perbuatan mereka. Gamaliel, sebagai ahli Taurat tersohor, ingin bersikap obyektif dalam pandangan tentang kasus Petrus dan Yohanes yang telah ditangkap dan tahu-tahu lepas sendiri dan meneruskan dengan berani mengajar di Bait suci. Menurutnya, kalau Petrus dan Yohanes serta para murid Yesus itu mewartakan kebenaran dari Allah, tak ada gunanya sama sekali para imam melarang dan menghentikan kegiatan mereka.
Itulah kekristenan kita. Iman kita yang kita terima bukanlah sekedar suatu paket gagasan suci. Tetapi kekristenan kita adalah berdasar pewartaan Injil, yang adalah “kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya” (Rm 1:16). Ada kekuatan yang dinamis dalam warta keselamatan yang sampai masuk ke hati dan hidup orang, yang merubah hidup orang dari dalam. Mereka lalu berani mewartakan Injil dan berani bersaksi.
Janganlah kita berpandangan bahwa hanya orang-orang suci yang dapat bersaksi akan Yesus. Kita-kita orang-orang biasa juga bisa bersaksi akan iman kita. Seandainya ada kesempatan untuk berbagi pengalaman iman kita kepada sesama, di situ kita telah mulai bersaksi, dan kita akan membuat sesuatu yang berbeda baik pada diri kita sendiri maupun yang mendengarkan kesaksian kita, sewaktu kita berbagi. Ini bukan mengenai diri kita tetapi mengenai pribadi Yesus dan kuat-kuasa-Nya. Kita bisa mengandalkan Dia sewaktu kita mulai berbagi pengalaman dan berkisah . Ini bukan sekedar berbincang dan berkisah, tetapi Roh Kudus berada di situ, dalam kata-kata kita dan Ia meneguhkan kita dengan rahmat-Nya sewaktu kita bersaksi. (S. Widjojo)
DOA : Tuhan, urapilah selalu usaha kami untuk bersaksi akan iman kami kepada-Mu, biar Nama-Mu semakin dimuliakan.
JANJI : “Ketika orang-orang itu melihat mukjizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata, ‘Dia ini benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia’ “ Yohanes 6: 14
PUJIAN: Sewaktu ada Seminar ‘on-line’ tentang panggilan imam, yang disampaikan oleh para orangtua seminaris, satu pasangan berbagi, bahwa anaknya tertarik masuk Seminari, karena adanya ‘role-model’ seorang imam - yang kebetulan pamannya sendiri, yang telah almahrum.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ