New 29 Apr 2021, 21:34
30 April 2021
Jumat, 30 April 2021
St. Pius V
Kisah Para Rasul 13:26-33
Mazmur 67:6-11b
Yohanes 14:1-6
“Kami sekarang memberitakan Kabar Kesukaan kepada kamu, bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus” ---Kisah para Rasul 13:32-33
DI SUATU HARI SABBAT, terjadi sesuatu yang heboh di Sinagoga kota Pisidia, Antiokhia. Di situlah kita dengar kotbah Paulus paling rinci dan lengkap dicatat oleh Lukas (Kisah 13: 16-41). Kotbah ini sangat bermakna sebab berisi pesan pokok dari Injil yang dipahami oleh Paulus dan umat Gereja Perdana. Dengan memahami isinya kita lalu tahu apa artinya “Kabar Gembira Injil”.
Kepada para pendengarnya, yakni orang-orang Yahudi, Paulus mengingatkan bagaimana Allah menuntun para leluhur mereka dari perbudakan di Mesir ke Tanah Terjanji. Paulus juga berbicara tentang Raja Daud dan janji Allah bahwa dari keturunannyalah akan lahir seorang Juru Selamat. Dan akhirnya apa yang tertulis dalam Kitab Ibrani, telah tergenapi dalam diri Kristus. Itulah isi pokok kotbah Paulus.
Bagi orang Yahudi yang ada di sinagoga, tentu saja apa yang dikatakan Paulus terdengar aneh. Mereka terkaget-kaget mendengar dari kotbahnya bahwa Yesus bangkit dari maut, dan bagaimana peristiwa yang aneh itu menjadi penggenapan janji setia Allah. Mereka itu percaya, bahwa suatu hari Allah akan mengutus seorang Mesias. Tiap Sabbat mereka mendengar janji-janji Allah itu, tetapi tak ada berita tentang penggenapannya. Dan saat Paulus berkotbah mereka mendengar bahwa Mesias yang mereka tunggu-tunggu itu sudah datang , tetapi ditolak dan dibunuh di kayu salib. Hal ini bagi mereka sangat-sangat berat untuk ‘menelannya’.
Seperti biasanya di sinagoga, mereka mungkin sekali hanya ingin mendengarkan kotbah Paulus tentang dosa-dosa khusus, mungkin tentang ibadat, bukannya tentang kemaharahiman Allah. Mereka ingin mendengar bahwa Mesias datang tindak untuk meniadakan Hukum Taurat tetapi menggenapinya dan menyempurnakannya.
Dan Kabar Gembira Injil saat ini tetap sama seperti apa yang pertama kali disampaikan oleh Yesus sendiri, lalu oleh Petrus dan para rasul lainnya serta akhirnya oleh Paulus tadi.
- Dan Injil yang sama pula yang telah mengubah ratusan juta orang sejak dua ribunan tahun yang lalu sampai sekarang.
- Dan Injil yang sama itu juga dapat merubah hidup kita, sewaktu kita menyambut kebenaran yang sangat mengagumkan, yakni: “Kristus telah wafat, Kristus telah bangkit, Kristus akan datang kembali” ! (SW)
DOA: Bapa berkatilah mereka-mereka yang mewartakan Injil Putera-Mu, dengan hikmat dan kuat kuasa-Mu. Biarlah mereka tetap setia kepada kebenaran Injil Putera-Mu.
JANJI: “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,, kalau tidak melalui Aku” --- Yohanes 14:6
PUJIAN: Di KAJ (Jakarta), semua peserta KEP dan SEP, yang telah diresapi semangat penginjilan dan mau mengajar atau mewartakan, umumnya diminta ikut Kursus Kitab Suci, di Lembaga Biblika Indonesia (LBI) selama tiga tahun, dan disarankan mengikuti Kursus-kursus Bina Lanjut (BL) KEP/SEP.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ