NKRI HARGA MATI

17 August 2018

Jumat, 17 Agustus 2018

HR Kemerdekaan RI

Sirakh 10:1-8

Mazmur 101:1-3, 6-7

1 Petrus 2:13-17

Matius 22:15-21

 

“.... menghukum yang berbuat jahat dan menghormati yang berbuat baik” ---1 Petrus 2:14

 

BACAAN EKARISTI di hari Kemerdekaan Negara kita, boleh dikata setiap tahun sama. Pemaknaan dan penghayatan mungkin berbeda. Saat-saat ini negeri kita baru dalam cobaan serius. Kesatuan bangsa dan negara serta Pancasila menjadi taruan.

Beberapa bulan terakhir sering lagu-lagu untuk Tanah Air, seperti “Padamu negri – aku berjanji...”, “Satu Nusa, Satu Bangsa...” diperdengarkan bersama sebagai penutup Misa. Itu merupakan kepedulian umat akan situasi tanah air. Juga dalam Doa Umat, selalu ada Doa untuk Tanah Air, untuk para pejabat pemerintah dan para wakil rakyat.

Di luar Ibadat, juga tersedia bagi kita, dalam Puji Syukur, Doa-doa  seperti  “Doa untyuk Tanah Air” (PS 194), “Doa untuk Masyarakat” (PS 195), “Mohon Rahmat Persaudaraan (PS 198) dan “Mohon Sikap Rukun Beragama” (PS 199). Alangkah baiknya kalau doa-doa itu sesering mungkin kita bacakan dan renungkan, khususnya saat-saat ini!

Kemerdekaan bangsa dan negeri kita  baru 63 tahun lamanya. Kita bebas dari penjajahan politik, dan sekarang kita menghadapi ancaman penjajahan baru ‘berbaju agama’! Anak-anak kita sudah dicekoki faham radikalisme, di situ didengungkan faham hak azasi, demokrasi, kemerdekaan adalah ‘berhala’. Kesatuan dalam keberagaman negeri kita juga terancam.

Kita diminta untuk memaknai ‘Kita Indonesia – Kita Bhineka’, dalam bentuk hidup bersama dalam masyarakat, dengan semangat persaudaraan meski berbeda suku, budaya dan keyakinan, dengan hidup rukun dan saling menghormati, saling menjadi ‘berkat’ satu sama lain.

Dalam “Doa Untuk Tanah Air”, kita panjatkan doa “Bapa, kami bersyukur atas tanah air kami yang luas, dengan isinya yang beraneka ragam: ... Kami bersyukur atas ratusan suku dan aneka budaya serta bahasa, yang Kauhimpun menjadi satu bangsa dan satu bahasa. Semoga kami semua tekun membangun tanah air kami demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh bangsa”.  

Doa: Bapa, bantulah kami mewujudkan tanah air yang adil, makmur, aman, damai dan sejahtera!

Janji: “Apakah diperbolehlan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” --- Matius 22:17

Pujian: Meski semangat persaudaraan bertetangga terasa luntur, tidak seperti dulu-dulu, keluarga Katolik di Lingkungan diminta tetap ‘menyapa’ dan bersikap ‘guyub dan rukun’ terhadap tetanggga kiri kanannya. 

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.