ORANG EROPA PERTAMA MENERIMA YESUS
18 May 2020
Senin, 18 Mei 2020
Kisah Pr Rasul 16: 11-15
Mazmur 149:1-6, 9
Yohanes 15: 26 – 16:4
“Seorang dari perempuan-perempuan itu, yang bernama Lydia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu di kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus” - Kisah para Rasul 16:14
SEJARAH GEREJA di Eropa mulai di sini. Setelah menyebrang dari Troya, Asia, ke Samotrake, lalu ke Filipi Yunani, wilayah Eropa, Paulus bertemu dengan pengusaha wanita, Lydia namanya. Berawal dengan pembicaraan biasa akhirnya sampai suatu topik yang merubah jalan hidup pengusaha wanita dan keluarganya. Dia meski bukan Yahudi tetapi percaya dan takut akan Allah. Lukas menulis bahwa Allah membuka hatinya. Ia lalu dibaptis menjadi orang Eropa pertama menjadi pengikut Kristus (Kis 16:14-15a). Hidup Lydia lalu berubah total.
Itu merupakan proses pertobatan yang normal. Allah menjamah hati kita dan membuat diri kita sadar akan kasih-Nya, akan kedosanaan kita dan kebutuhan kita akan kerahiman-Nya. Penerimaan akan Yesus, sebagai Juruselamat, berujung penolakan akan pesona hal-hal yang jahat.
Perobatan Lydia tak hanya mendorong dirinya untuk meminta dibaptis, tetapi juga mengundang Paulus dan rombongannya agar berkenan singgah di rumahnya. Tindakan kedermawanan itu menunjukkan bahwa pertobatan itu membutuhan ungkapan atau tanda yang nampak. Juga ini menunjukkan bahwa pertobatan itu bukan sekedar peristiwa sekali tetapi suatu proses selama hidup, terbuka bagi Allah, berbuah dalam perbuatan baik karena bekerja sama dengan Roh Kudus.
Seketika kita didorong untuk mulai membuka diri kepada Tuhan, setapak demi setapak kita dirubah. Perubahan pola hidup yang kita alami bukannya dalam hal-hal yang besar-besar, justru dalam hal-hal kecil-kecil keseharian. Bila dulu kita lebih dikuasai oleh cinta diri, kita lalu mulai terbuka untuk pelayanan, waktu yang dulunya terbuang sia-sia lalu jadi kesempatan untuk berdoa dan membaca Kitab Suci dan hal-hal rohani.
Mari kita tetap menjaga hati terbuka bagi Yesus agar pribadi kita dibentuk semakin serupa dengan ‘gambar-Nya’ yang semakin indah.
DOA: Bapa, perdalamkanlah pertobatan hati kami, dan perkenankanlah kami semakin akrab ber-relasi dengan Dikau!
JANJI: “Semuanya ini Ku-katakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu” - Yohanes 16: 4
PUJIAN: Karena pergaulannya dengan anak-anak muda katolik, Hanarto tertarik menjadi murid Yesus. Paska tahun berikutnya ia dibaptis dan diterima dengan sukacita oleh kelompok teman seiman. Dalam kesempatan berikut, Hanarto mengajak ibu dan adiknya untuk mau mengenal Yesus.
Penanggung Jawab Renungan: ?Rm. Subroto Widjojo, SJ