ORANG YANG TERKECIL ADALAH ORANG YANG TERBESAR
26 September 2022
Senin, 26 September 2022
Ayb. 1:6-22;
Mzm. 17:1,2-3,6-7;
Luk. 9:46-50.
Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya.
(Ayub 1:21)
Abraham Lincaln pernah mengatakan begini:” Semua orang bisa tahan dengan kesengsaraan, tetapi bila engkau ingin mengetahui karakter seseorang berilah dia kekuasaan, orang bergegas menuju kebesaran yang namanya kedudukan atau jabatan. Saya pernah berjumpa dengan seseorang yang begitu ambisi ingin berkuasa. Jabatan terakhir dalam pemerintahan sudah lumayan bagus. Tetapi, beliau rela meninggalkan pekerjaan tersebut untuk meraih yang lebih tinggi lain yakni kepala dinas di suatu kabupaten. Ia berusaha dan berjuang untuk mendapatkan posisi tersebut. Pengorbanan yang dia lakukan tidaklah kecil. Ia harus mengeluarkan dana ratusan juta untuk bisa sukses menduduki posisi kepala dinas. Pengorbanannya tidak sia-sia. Posisi yang diinginkan tercapai. Tetapi, beliau harus meninggalkan pelayanan di Gereja untuk terjun ke masyarakat; bahkan pada hari minggu pun Ia tidak lagi menghadiri perayaan misa atau ekaristi.
Fenomena ini mungkin sering kita temui dalam hidup. Banyak orang berjuang untuk mendapatkan posisi penting dalam kehidupan duniawi. Tetapi, ia meninggalkan Tuhan dalam hidup rohani yang digelutinya selama ini. Yesus hari ini mengetahui situasi dunia zaman ini.
Yesus memberikan gambaran seorang pengikut-Nya yakni dengan gambaran menyambut anak kecil. “ Barang siapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku”. Kita mungkin sering meremehkan atau menyepelekan anak kecil dan menganggap mereka kurang pengetahuan. Tetapi, justru dari mereka kita bisa banyak belajar akan ketulusan dan kejujuran. Yesus ingin kita tulus dan jujur mengikuti Dia. Kita tidak terganggu motivasi untuk mencari jabatan. Karena sebagai pengikut Tuhan Yesus kita diajak untuk mencintai pekerjaan sehari-hari. Tidak peduli untung-rugi dan tinggi-rendahnya kursi jabatan. Sebab barang siapa mencintai perkara-perkara kecil, kepadanya akan diberikan tanggung jawab yang besar. Itulah janji Tuhan untuk kita yang tulus dan jujur mengikuti Tuhan dalam jalan hidup masing-masing.(SW).
DOA : Semoga Tuhan membantu kami dalam meniti karir kami tidak melupakan Tuhan.
JANJI : Anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.( Mrk 10:45)
PUJIAN : Ada fenomena pada pertemuan doa bersama, ada beberapa umat meminta doa pelepasan dari roh jahat.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ