PAHAMI, LAKUKAN, DAN AJARLAH
10 June 2020
Rabu, 10 Juni 2020
1Raja-Raja 18:20-39
Mazmur 16: 1-2a,4,5,8,11
Matius 5:17-19
“Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat,
ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.” ---- Matius 5:19b
BEBERAPA BULAN ini, kita dihadapkan dengan wabah virus corona yang mempunyai daya tular yang luar biasa. Keadaan itu mengharuskan kita mulai awal April, untuk tetap tinggal di rumah. Para pekerja diminta “work from home”, berbagai pihak menghimbau agar kita melakukan “karantina mandiri”. Misa online (live streaming) dan Doa Rosario, dari berbagai keuskupan dapat diikuti melalui televisi, laptop maupun handphone agar umat Katolik tetap dapat merayakan Misa Ekaristi dan menerima komuni batin di rumah masing-masing dan berdoa bersama dengan ujud yang sama.
Injil hari ini, Yesus menegaskan kehadiran-Nya bukan untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi, melainkan untuk menggenapinya. Dalam bacaan pertama, kita mengetahui bahwa Elia mempunyai relasi dengan Allah begitu akrab dan iman kepercayaannya kepada-Nya begitu besar sehingga Allah memberinya kuasa untuk melakukan mujizat di hadapan 450 orang nabi Baal dan rakyat, dalam pemerintahan raja Ahab (1Raja 18:22, 38).
Yesus datang untuk merealisasikan tujuan hukum Taurat atau Kitab para nabi. Apa yang dilakukan Yesus untuk membawa Taurat kepada tujuannya? Yesus melakukan banyak pengajaran yang disertai dengan berbagai mujizat yang jauh melebihi apa yang dilakukan oleh Nabi Elia. Beberapa ajaran-Nya ada yang begitu menguatkan iman kita, ada perintah-Nya, ada teguran, ada nasehat, ada pengorbanan, ada kerendahan hati, ada kerelaan, ada janji, ada kasih dan lain sebagainya. Ini semua dikarenakan Yesus adalah kegenapan hukum Taurat sehingga kebenaran diperoleh tiap tiap orang yang percaya (Roma 10:4).
Yesus mengingatkan kita yang telah menerima Sakramen Baptis terpanggil untuk memberitakan Injil. Dalam mewartakan Sabda Tuhan, kita tidak bisa memilih Sabda Tuhan yang disukai oleh banyak orang atau kita memilih Sabda Tuhan yang kita sukai saja, tetapi kita mesti mewartakan juga Sabda Tuhan yang sarat dengan teguran dan nasehat. Tuhan Yesus berkata: “Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga” (Mat5:19a).
Kita berharap dalam bulan Juni, Badai Corona telah berlalu. Seandainya belum tuntas, mari kita mengisinya dengan membaca Kitab Suci setiap hari, mencoba untuk memahami; renungkanlah maksud Tuhan atas Sabda-Nya. Mari kita lakukanlah apa yang dikatakan-Nya melalui ayat-ayat yang menyentuh hati kita dan akhirnya kita berani untuk mewartakan Sabda Tuhan sepenuhnya kepada orang-orang terdekat kita dan sesama. Ketika kita melakukan semua ini, Yesus berkata: “tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga” (Mat 5:19b). (RIC)
DOA: Tuhan Yesus, mampukan aku untuk dapat mewartakan apa yang menjadi kehendak-Mu, bukan kehendakku. Ampunilah aku yang selama ini karena kurang begitu mendengarkan Engkau. Bimbinglah aku dan sertailah aku di saat aku melakukan kehendak-Mu.
JANJI: "Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” ---- Mazmur 16:11
PUJIAN: Pada zaman pemerintahan raja Ahab, nabi Elia berjuang agar bangsa Israel menyembah Allah kembali. Ia melawan 450 nabi Baal. Ia tantang para nabi itu mempersembahkan korban lembu kepada Baal. Kalau benar Baal, biarlah ada api menyambar korban itu. Tetapi sampai larut malam, dan para nabi melukai dirinya sambal berseru-seru, tak ada api yang menyambarnya. Tiba giliran Elia. Ia meminta korban lembu digenangi air. Ia berdoa, lalu ada api yang menyambar baik korban maupun air. Allah dimuliakan dan rakyat bertobat kembali kepada Yahwe.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ