PAHAMILAH DAMAI SEJAHTERA KRISTUS
17 November 2022
Kamis, 17 November 2022
Pesta Santa Elisabeth Dari Hungaria
Wahyu 5: 1-10
Mazmur 149:1-2,3-4.5-6a,9b
Lukas 19:41-44
“Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu(Yerusalem),
Ia menangisinya”
Lukas 19:41
SITUASI PRIHATIN muncul ketika apa yang diharapkan, apa yang di damba-dambakan, tidak serupa dengan kenyataan. Seseorang merasa bersedih jikalau hal ini terjadi.
Peristiwa yang serupa dialami oleh Yesus Kristus dalam Injil ini. Yesus Kristus merasa prihatin terhadap situasi, keadaan pada saat itu. Yesus Kristus menangisi para pengikut-Nya. Para pengikut-Nya tidak mengerti, tidak memahami damai sejahtera yang telah mereka dapatkan.
Yesus Kristus memberitahukan kepada para pengikutnya, agar memahami damai sejahtera itu. Yesus Kristus pun juga memperingatkan, jikalau mereka tidak sungguh menyadari, memahami damai sejahtera itu, mereka akan dikelilingi, dikepung oleh musuh atau si jahat/ iblis.
Damai sejahtera-Nya itu, diibaratkan seperti sumber kekuatan, sumber kehidupan bagi mereka para pengikut-Nya.(RKL).
DOA “Tuhan Yesus Kristus bantulah kami untuk memahami damai sejahtera dari-Mu yang telah Engkau berikan kepada kami. Agar kami dapat bertahan hidup dari berbagai macam godaan dan tantangan. “
JANJI “Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka.” Mazmur 149 : 5
PUJIAN Elisabeth dari Hungaria. Hari ini Gereja memperingati Pesta Santa Elisabeth dari Hungaria. Kata Elisabeth memunculkan nama-nama panggilan Elisa, Elsa, Else, Beti, Lisa dan Lisa Bela. Orang suci ini putri Raja Hungaria sejak umur 5 tahun tinggal di dalam Istana, pada usia 11 tahun dia ditunangkan dengan Ludwwig, Putra pangeran. Penghuni benteng yang hidup mewah. Namun, Elisabeth tetap sederhana dan menjaga kesucian hidupnya, ia tidak melupakan kaum miskin yang serba kekurangan. Diam-diam dia menyisihkan makanan, uang dan pakaian untuk di berikan kepada kaum miskin. Elisabeth menolak makanan serba enak dan pakaian serba mahal, sebab ia yakin bahwa semuanya itu bahwa hasil pemerasan para bangsawan terhadap bangsa kecil. Sikap ini tidak di sukai oleh keluarga-keluarga bangsawan yang lain mereka menuduh elisabeth memboroskan kekayaan suami dengan membagi-bagikannya kepada kaum miskin. Suatu ketika Elisabeth dipergoi suaminya, ketika sedang keluar secara sembunyi-sembunyi dari benteng istana dengan menenteng bungkusan penuh roti dan pakaian apa yang kamu bawa tanya suaminya, Elisabeth bingung ia pun lalu menjawab,membawa bunga mawar mas, suaminya tidak percaya ia lalu membuka bungkusan itu dan ternyata memang berisi penuh dengan bunga mawar segar. Allah yang maha baik telah melindungi Elisabeth dan pangeran Ludwwig suaminya semakin sayang kepada istrinya, suaminya meninggal dalam perjalanan ke tanah suci. Elisabeth diusir dari istana dan menggandeng ketiga anaknya yang masih kecil, kemudian Elisabeth di minta kembali ke Istana karena protes dari orang banyak. Beberapa bulan kemudian setelah kejadian itu ia menitipkan ketiga anaknya kepada orang yang di percayai, lalu Elisabeth menanggalkan pakaian kebangsawanannya dan mengganti dengan pakaian kebiarawati dari Ordo ketiga Santo Fransiskus. Putri raja ini menjadi miskin dan mengabdikan diri bagi para miskin dan penderita sakit.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ