PANENAN DARI BENIH FIRMAN ALLAH
30 September 2021
Kamis, 30 September 2021
St. Hieronimus Nehemia
8:1-4a, 5-6, 7b-12
Mazmur 19:8, 9, 10, 11
Lukas 10:1-12
“Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya.” Mazmur 19:8-9
YESUS SUKA memakai gambran ‘Panen’ untuk menunjukkan kedatangan Kerajaan Allah di Bumi. Ketika berkeliling ke kotakota dan desa, mengajar di sinagoga, mewartakan Kabar Gembira, serta menyembuhkan berbagai penyakit dan penderitaan, Yesus merasa kasihan melihat orang banyak. “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu, mintalah kepada Tuan, yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Luk 10:2).
Tuaian atau panen – dalam arti datangnya Kerajaan Allah – merupakan hasil kerjasama antara usaha manusia dan anugerah pertumbuhan hidup dari Allah. Dalam arti rohani, tidak ada keselamatan kekal melulu berasal dari hasil upaya manusia sendirian. Hal itu sudah diperingatkan oleh Yahwe kepada umat Yahudi sejak awal. “Tenagamu akan habis dengan sia-sia, tanahmu tidak akan memberi hasilnya dan pohon-pohonan di tanah itu tidak akan memberi buahnya” (Im 26:20). Dari kerangka ini, kita bisa terheran-heran oleh karya penerjemahan Kitab Suci, yang dikerjakan oleh St. Hieronimus (347-420), yang kita rayakan hari ini.
a adalam Imam asal Stridon, Slovenia ini, mempelajari Bahasa Ibrani, Latin Klasik, dan Yunani di Milan dan Roma. Setelah bertugas di beberapa tempat, dan menjalani hidup asketis, pada 384 Hieronimus pergi ke Bethlehem, dan lalu tinggal di Palestina selama 30 tahun, hingga wafat pada tahun 420.
Selama 30 tahun itulah, Hieronimus mengerjakan perintah dari Paus Damasus I (305- 384) untuk menerjemahkan seluruh Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru beserta komentarkomentarnya, ke dalam Bahasa Latin, bahasa resmi yang dipakai oleh Gereja waktu itu. Terjemahan Hieronimus itulah kemudian dikenal dengan nama Vulgata, dan hingga 1.500 tahun berikutnya dan menjadi terjemahan resmi Kitab Suci dalam Bahasa Latin!
Selain penerjemahan Kitab Suci, Hieronimus juga dikenal dengan pengajarannya mengenai kehidupan moral Kristiani, khususnya bagi mereka yang hidup di kota-kota besar, seperti Roma. Pengajaran moral mengenai kehidupan kaum perempuan misalnya, sangat terkenal; pengaruhnya bahkan masih terasa dalam moral kehidupan sosial Abad Pertengahan.
Karya-karya St. Hieronimus memang sangat istimewa dan tidak terbayangkan, mengingat zaman itu, semuanya masih sederhana. Tidak mungkin ada manusia yang sanggup mengerjakannya. Di sinilah ditunjukkan secara sangat nyata bahwa peran Roh Kudus, Tuan yang empunya tuaian, sangat dominan. Semua karya yang terkait dengan Kitab Suci, mulai dari penerjemahan, penafsiran, hingga pendalaman—dalam terang iman-, selalu didampingi oleh inspirasi Ilahi!
Sejak munculnya Vulgata, karya terjemahan Latin dari Hieronimus, studi dan pemakaian Kitab Suci di kalangan Gereja—meski masih terbatas pada kalangan klerus-, menjadi makin luas. St. Hieronimus pun diangkat sebagai Doktor Gereja oleh Gereja Katolik, Gereja Ortodoks Timur, Gereja Lutheran, dan Komunitas Anglikan. Ini sesuatu yang sangat langka di kalangan para Doktor Gereja lainnya, semisal St. Thomas Aquinas (1225- 1274), atau St. Teresa Avila (515-1582). Mereka berdua hanya dikenal di kalangan Gereja Katolik saja.
Di sinilah, perutusan menjadi “pekerja untuk tuaian” memang tidak harus seragam. Semua panggilan adalah perutusan, yang hanya akan berbuah bila bersatu dengan Allah, Tuhan yang empunya panenan. Perutusan dan hidup mistik itu satu. (WIT)
DOA: “Ya Allah yang Mahatahu, tunjukkanlah bagi kami perutusan-Mu bagi masyarakat di sekitar kami, serta dampingilah selalu karya kerasulan kami seturut rencana-Mu saja.”
JANJI: “Maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di halaman di depan pintu gerbang Air. Mereka meminta kepada Ezra, ahli kitab itu, supaya ia membawa kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan TUHAN kepada Israel, … dan dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu.” Nehemia 8:1, 3
PUJIAN: Bulan September adalah Bulan Kitab Suci Nasional. Ada baiknya, kita bersama mengevaluasi kembali bagaimana kita memakai Kitab Suci bagi pertumbuhan iman pribadi kita, maupun bagi pengembangan iman umat bersama.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ