PANGGILAN BERSAKSI

21 June 2020

Minggu, 21 Juni 2020 

Minggu Biasa XII

St. Aloysius Gonzaga

Yeremia 20: 10-13

Mazmur  69: 8-10, 14, 17, 33-35

Roma 5: 12-15

Matius 10: 26-33

 

“Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga” --- Matius 10:32

 

JUMLAH UMAT KRISTIANI di negeri kita ini sedikit. Kita ‘minoritas’ tanpa menjadi ‘minder’ atau rendah diri, karena kita semua sama di muka hukum, apapun suku dan agama dan keyakinan kita. Kita warga negara yang sama-sama membayar pajak.

Kalau makan di restoran umum, ada umat berdoa dalam batin sebelum menyantap. Ada yang terang-terangan membuat ‘tanda salib’. Ada beberapa anak muda yang memakai asesori berbau kristiani, ada salib kecil di anting-anting mereka. Ada berkalung rosario di lehernya. Di tempat parkir mobil, sering kita lihat patung kecil Yesus di bagian depan, atau rosario terjulur dari cermin  depan  di atas di depan tempat duduk pengemudi.  Secara sederhana dan kecil-kecilan mereka bersaksi di muka umum bahwa dirinya umat Kristus. Mereka tidak risi dan cemas menempatkan benda-benda suci di bagian depan mobil mereka.

Dalam Injil hari ini dikatakan: “Jangan takut kepada manusia, … tetapi… takutlah kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka”. “Tetapi barang siapa menyangkal Aku di depan manusia, Akupun akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku di surga!”

Kita tak perlu takut dan cemas dalam mewartakan dan memberikan kesaksian tentang Diri Yesus dan ajaran-Nya, baik secara diam-diam maupun terbuka. Mungkin kita kenal ada saudara kita yang meninggalkan Yesus dan meninggal Gereja. Itu hak kebebasan memilih dan mereka sudah tahu juga resikonya. Tetapi kita harus memeriksa diri kita sendiri, apakah kita ikut menyumbang sampai saudara kita itu meninggalkan Kristus dan Gereja?

Di tahun 80-an , saya ketemu almahrum Kris Biantoro. Saya bertanya, koq lama tidak memandu lagi di TV RI. Dia menjawab, “Dia masih katolik tulen! Ia katakan, dirinya diperingatkan  untuk tidak tampil di TV berkalung salib. Ia tetap memilih berkalung salib dan …. dipecat. Dan tokoh katolik kedua yang dikenal seluruh rakyat Indonesia, Jendral LB Murdani. Ia mengaku pernah diiming-imingi jabatan tertinggi di negeri ini asal pindah keyakinan. Sang Jendral  menjawab  dengan tegas, “Saya tak pernah berpikir untuk menukar keyakinanan saya  demi jabatan!”

Dan kita? Kita dipanggil menjadi ‘saksi-Nya’! Kita dipanggil untuk mewartakan Dia dan ajaran-Nya! Tetapi kita mesti bijak, tidak asal tabrak! Pewartaan kita ke dalam diri dan keluarga kita lebih dahulu, agar diri kita lebih mengenal Dia lebih dekat dan ajaran-Nya dan tetap setia sampai akhir hayat kita masing-masing. Pewartaan dan kesaksian hendaknya selalu simpatik, menyapa dan menawan. Kekristenan kita harus lebih kita ungkapkan dalam sikap dan perbuatan kita.

 

DOA: Tuhan berilah, jadikan aku cerdas seperti ‘ular’ tetapi sekaligus rendah hati dan sederhana seperti ‘merpati’.

 JANJI: “Aku menjadi orang luar bagi sanak keluargaku, orang asing  bagi anak-anak ibuku” -- Mazmur 69:9

PUJIAN: Salah satu tujuan adanya SEP-Eksekutif, ialah agar para umat katolik yang berada di ‘pasar’ berani menjadi saksi di tempat kerja dan menerapkan Ajaran Sosial Gereja dalam usaha bisnisnya.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.