PANGGILAN KASIH ALLAH
21 December 2024
Sabtu, 21 Desember 2024
Kidung 2:8-14
Mazmur 33:2-3.11-12.20-21
Lukas 1:39-45
“Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit”. --- Kidung 2:8
DALAM NAS Perjanjian Lama ini, lukisan sukacita digambarkan dilakukan oleh Kekasih Allah. Bayangan itu, merupakan gambaran umum, karena umat Israel merasakan dirinya menjadi Kekasih Allah. Seluruhnya mau mengajak orang menyadari, bahwa relasi antara manusia dengan Allah adalah kasih sayang; bukan atasan-bawahan, penguasa-budak, dstnya. Suasana kasih sayang itu sering diperlihatkanlah kelak oleh Guru dari Nasaret: seperti semua keluarga di dunia, karena Allah dipandang sebagai Bapa dan Sang Putera adalah saudara dan sahabat. Tuhan Yesus malah menunjukkan betapa anak-anak amat dicintai Allah dan menjadi ciptaan, yang dikasihi sekali oleh Bapa di surga. Mereka lambang orang yang dapat masuk surga.
Gambaran itu tepat diungkapkan dalam Peringatan St. Petrus Kanisius, yang dikenal sebagai pelayan Pendidikan dalam masa Pasca-Reformasi. Dia menyusun Katekismus, yang menolong anak-anak mengenal Bapa di surga. Itulah pula sebabnya, mengapa banyak Lembaga Pendidikan memohon St. Petrus Kanisius menjadi pelindung pelayanannya.
Bacaan Injil Lukas 1:39-45: menggambarkan kegembiraan Maria, yang baru menerima Kabar Gembira Gabriel dan Yohanes Pembaptis, yang mulai dikandung ibunya, saudari dari Santa Perawan Maria: sukacita tak terlukiskan dari perempuan-perempuan yang “penuh dengan karunia Allah”. Elisabet bersukacita karena hamil dan dikunjungi saudarinya, yang dikunjungi Gabriel: dua perempuan yang dilimpahi berkah Allah.
Betapa bahagianya jika di tengah kerinduan yang mendalam, kita mendengar suara kekasih hati. Meski belum bisa bertemu, mendengar suaranya saja sudah membahagiakan. Begitulah yang digambarkan sang penyair Kidung Agung. Panggilan sang kekasih yang nun jauh di sana sudah mulai terdengar dan sosoknya sudah mulai terlihat. Ajakan untuk bertemu kini terdengar dengan makin jelas. Musim yang berganti menandakan masa penantian
segera berakhir, maka makin besarlah keinginan hati untuk melihat wajah sang kekasih. Apa pun yang menjadi penghalang tentu harus disingkirkan. Tidak ada yang mampu menghalangi cinta mereka, karena mereka saling memiliki. Panggilan dari orang yang dinantikan adalah panggilan yang di dalamnya terdapat kerinduan yang besar dan kuat. Tentunya, panggilan tersebut harus direspons sebelum terlambat.
Begitu bersemangatnya sang kekasih memanggil mempelai perempuan oleh karena kerinduannya yang besar. Lebih dari itu, panggilan Allah kepada kita-orang yang dikasihi-Nya-jauh lebih kuat. Ia memanggil kita dengan penuh kasih. Ia memanggil kita agar membukakan pintu bagi-Nya. Dosa yang menjadi penghalang kini sudah dikalahkan oleh Yesus Kristus. Tak ada lagi yang dapat menghalangi kita untuk menyambut panggilan Allah. Kita hanya perlu merespons panggilan itu dengan datang menghampiri Allah. Hanya orang yang dekat dengan Allah yang peka akan suara-Nya, bahkan menyukai dan menantikannya dengan sepenuh hati. Suara Allah begitu dinantikan karena suara-Nya menjadi motivasi dan penyemangat hidup. Itulah yang membuat orang yang dikasihi-Nya selalu rindu untuk datang kepada-Nya melalui doa, saat teduh, dan ibadah.
Dengarlah! Allah memanggil kita saat ini. Ia merindukan waktu bersama kita. Sebelum terlambat, mari kita merespons panggilan kasih Allah. Singkirkanlah semua penghalang. Jangan biarkan kemalasan, kesibukan, atau apa pun juga menghalangi kita untuk datang kepada Allah. (Wisnu)
DOA: “Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu. Tuhan dampingilah hidupku, gengamlah selalu tanganku dan tuntunlah aku agar selalu berada di jalanmu, agar kami dapat melakukan pekerjaan baik bagi sesama kami, Amin.”
JANJI: "Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!” - Mazmur 33:2
PUJIAN: Sebagai pengikut Kristus, kita harus meyakini bahwa kehendak Allah-lah yang menjadikan kita umat pilihan dan keteguhan hati kita untuk menganal Injil Yesus Kristus melalui karunia Roh Kudus yang bekerja di dalam diri kita untuk meyakinkan kita bahwa kita adalah anak Allah dan sekaligus alat Allah yang selalu memperteguh iman kita kepada Allah. Sekalipun kita lemah dan kadang kala merasa tidak mampu oleh karena banyaknya tekanan hidup, namun kita tidak menjadi goyah. Roh Kudus yang bekerja di hati dan pikiran setiap orang yang percaya kemudian memampukan kita untuk terus berjalan maju dengan penuh kepastian. Kita yakin dan percaya bahwa Yesus Kristus Bersama dengan Roh Kudus akan memberi kelegaan atas beban berat kehidupan kita. Beban kehidupan itu menjadi ringan. Bahkan beban yang kita miliki itu, bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk selalu berusaha menjadi alat Allah dan bertumbuh dalam iman.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)