PANGGILAN MENJADI BATU KARANG
17 January 2021
Minggu, 17 Januari 2021
Minggu Biasa II
1 Samuel 3:3b-10.19
Mazmur 40:1.4ab.7-8a.8b-9.10
1 Korintus 6:13c-15a.17-20
Yohanes 1:35-42
“Datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar" --- 1 Samuel 3:10
PEKAN DOA SEDUNIA untuk Persatuan Umat Kristiani akan dimulai dari tanggal 18 besok hingga 25 Januari. Temanya adalah “Tinggallah dalam kasih-Ku, dan kalian akan menghasilkan banyak buah” (Yoh. 15:1-17).
Melalui tema itu ditunjukkan, Kristus adalah Pusat kekristenan, bukan Vatikan, di mana Paus bertahta, ataupun Jenewa, Kantor Pusat Dewan Gereja Sedunia. Pusat dan inti Gereja adalah Kristus, yang hadir dan memanggil umat beriman. Gereja bukanlah hasil inisiatif atau rekayasa manajemen manusia. Ia adalah buah panggilan dan karya Allah sendiri. Tanpa rahmat, kerahiman, serta pertolongan Ilahi, Gereja tidak pernah akan ada. Inilah, makna jawaban Yesus kepada dua murid Yohanes Pembaptis: “Marilah datang dan melihat di mana Aku tinggal …, dan merekapun tinggal bersama-sama dengan Dia” (Yoh. 1:39).
Melalui pernyataan Yohanes Pembaptis, “lihatlah Anak Domba Allah” (ay. 36), ditunjukkan bahwa ‘tinggal bersama dengan Yesus’ itu, artinya dipanggil untuk ikut ambil bagian dalam penebusan dosa. Tugas ini tidak mudah. Maka, ketika Yesus memandang Simon, yang dibawa oleh Andreas, saudaranya, Ia langsung berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Yun. petros, ‘batu karang’)” (Yoh. 1: 42).
Para rabbi Yahudi sering mengajarkan, ketika Yahwe bertemu dengan Abraham, Ia berkata: “Aku telah menemukan batu karang untuk mendirikan dunia baru”. Abraham memang menjadi Bapa kaum Israel, dan Bapa kaum beriman.
Kini, melalui Petrus, Yesus membangun Gereja dan Bait Allah-Nya yang baru, di mana setiap anggotanya menjadi “batu-batu untuk suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus” (1 Ptr 2:5), rumah penebusan dosa! Maka, mari kita kuatkan iman kita dengan tidak henti mengucapkan: “Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik” dari Syahadat Konsili Nicea (325) dan Konstantinopel (381). (WIT)
DOA: “Ya Tuhan, kuatkanlah iman kami kepada Gereja-Mu, dan sadarkanlah kami akan panggilan untuk bersama dengan Kristus, mengambil bagian dalam membangun rumah rohani, di mana pengampunan dan penebusan dosa diwujudkan”.
JANJI: “Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” --- 1 Korintus 6:19
PUJIAN: Ignatius Spencer (1799-1864), nenek moyang Putri Diana (1961-1997) adalah pengusul pertama ‘Doa bersama untuk Kesatuan Umat Kristiani’. Bangsawan Inggris keturunan keluarga Spencer dari Althorp ini, dulunya adalah seorang Anglikan. Ia kemudian menjadi Katolik dan masuk Ordo Pasionis (OP). Seluruh hidupnya kemudian dibaktikan untuk mengajak Inggris kembali ke pangkuan Gereja Katolik Roma. Dengan harta warisannya, Ignatius giat membantu dan menggerakkan kaum miskin untuk maju. Ia sendiri hidup sangat sederhana. Kini, Gereja sedang mempertimbangkan tokoh pemersatu kekristenan ini sebagai sosok suci.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ