PARA MALAIKAT AGUNG
29 September 2021
Rabu, 29 September 2021
Pesta St. Mikael, St. Gabriel, dan St. Rafael
Ulangan 4:1-2, 6-8
Daniel 7:9-10, 13-14
Mazmur 138:1-2a, 2b-3, 4-5
Yohanes 1:47-51
“Kata Yesus kepada Natanael: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikatmalaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”” Yohanes 1:51
ZAMAN INI, banyak yang mengatakan cerita tentang malaikat hanya untuk anak kecil. Seperti apa sesungguhnya ‘rupa dan wajah’ malaikat, tidak ada yang tahu. Dalam Kitab Suci, malaikat adalah mahluk rohani tanpa badan, atau roh murni. Ini merupakan kebenaran iman, demikian ungkap Katekismus Gereja Katolik (KGK), no. 328.
Pusat dunia (kehidupan) malaikat adalah Kristus (Mat. 25:31). “Para malaikat adalah rohroh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan” (lih. Ibr 1:14). St. Agustinus mengatakan, malaikat itu menunjukkan jabatan, bukan kodrat (lih. KGK, 329). Seluruh ‘jabatan hidup’ mereka adalah pelayan dan pesuruh Allah. Sebab, “mereka selalu memandang wajah Bapa, yang ada di Surga” (Mat. 18:10), dan selalu “melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya” (Mzm 103:20).
Dalam kaitan ini, melalui liturginya, Gereja mempersatukan diri dengan malaikat dalam penyembahan dan memuliakan Allah yang Mahakudus (lih. KGK. 335). Karena itu, ada peringatan liturgis gerejani kepada para malaikat, seperti pesta para Malaikat Agung St. Mikael, St. Gabriel, dan St. Rafael, dan juga para malaikat pelindung.
Selain terkait dengan Gereja, para malaikat juga memiliki hubungan dengan manusia, ciptaan Tuhan yang paling sempurna. “Sejak masa anak-anak sampai pada kematian, para malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan dan doa pemerantaraannya. Seorang malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai pelindung dan gembala, supaya menghantarnya kepada kehidupan” (KGK, 336).
Dalam Mazmur 91:9-12 telah dikatakan: “TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu. Sebab, malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu, untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu”. Lalu, apa makna ajaran mengenai para malaikat ini bagi kita?
- Pertama, kita tidak boleh merasa takut kepada segala kuasa kegelapan. Para malaikat akan selalu melindungi kita. Mereka juga menjadi pemerantara bagi doa-doa kita, seperti yang dilakukan pada tokoh-tokoh dalam Perjanjian Lama dan orang-orang beriman (lih. Tob 12:12; Why 5:8; 8:3).
- Kedua, perlindungan malaikat ini efektif, apabila kita bersedia menjadi seperti anak-anak, yang memiliki hati murni, dan kepasrahan penuh kepada Allah. Yesus sendiri telah mengatakan, pada mereka ‘yang menjadi seperti anak-anak’ ini, “ada malaikat mereka di Surga, yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di Surga” (Mat 18:11).
Gereja sendiri memiliki tradisi menghormati para malaikat, khususnya para Malaikat Agung sebagai pelindung sakramen-sakramen.
- St. Mikael (arti namanya: ‘tidak ada satupun seperti Allah’) adalah pelindung Sakramen Ekaristi Suci, karena melalui tangannya persembahan naik ke Tahta Allah (lih. Why. 8:4).
- St. Gabriel (arti namanya: “Orangnya Allah”), pelindung Sakramen Baptis (lih. Luk.1:27-28), karena melalui dialah warta keselamatan datang ke dunia.
- Sedangkan St. Rafael (arti namanya: “Allah menyembuhkan”), pelindung Sakramen Penguatan, karena dia memberi kekuatan dan penyembuhan pada mereka yang sakit dan dipengaruhi roh jahat (lih. Kitab Tobit).
Penghormatan kepada para malaikat, bukanlah sebuah penyembahan. Mereka adalah pemerantara doa-doa kita, secara khusus dalam perziarahan hidup yang penuh tantangan dan godaan. Para malaikat adalah teladan penyembahan total kepada Allah, karena selalu berada dekat dengan Sang Pencipta Ilahi. (WIT)
DOA: “Ya Allah yang Mahakuasa, dampingilah perjalanan hidup kami, dan sertakan pula para malaikat-Mu, khususnya para malaikat pelindung kami masing-masing.”
JANJI: “Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus, dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.” Mazmur 138:2
PUJIAN: Sangat baik apabila di dalam keluarga Kristen, anak-anak dibiasakan untuk berdoa kepada malaikat pelindung mereka (Puji Syukur, 218). Kita berdoa saat akan keluar rumah, maupun saat dalam perjalanan. “Melalui para malaikat-Nya, setiap saat Tuhan selalu mendampingi kehidupan kita, sehingga kita dapat memenangi pertempuran dengan iman. Jangan takut, dan tetaplah setia”, pesan St. Yohanes Paulus II (1920-2005), 31 Maret 1997.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ