PEDOMAN MENJADI PELAYAN KRISTUS

07 July 2019

Minggu, 7 Juli 2019

Minggu Biasa XIV

Yesaya 66:10-14c

Mazmur 66:1-7,16,20

Galatia 6:14-18

Lukas 10:1-12, 17-20

 

“Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”---  Lukas 10:2

 

TUHAN MEMANG membutuhkan banyak pekerja untuk menggarap ladang yang memiliki tuaian banyak. Tetapi tentu saja untuk menjadi pekerja yang baik  dibutuhkan pedoman atau rambu-rambu, sehingga kita tidak melakukan pekerjaan yang salah.

Saat Yesus mengutus tujuh puluh muridnya, Ia telah memberikan pedoman sebagai berikut:

  1. Pergi berdua-dua (Luk 10:1). Dibutuhkan “team work” dalam melakukan pelayanan, perlu saling melengkapi satu sama lain.
  1. Tugas ini tidak mudah (Luk 10:3). Kita diutus seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Artinya memang pelayanan itu tidak mudah, banyak orang yang akan menerkam kita. Dan bila kita tidak mampu, itu wajar saja, karena kita memang seperti anak domba yang tidak memiliki apa-apa, kecuali hati yang tulus. Percayalah bahwa Tuhan, sebagai gembala yang baik, akan menyertai kita; dengan tongkatnya Ia akan mengusir serigala-serigala tersebut.
  1. Konsentrasi (Luk 10:4,7). Tugas pelayanan perlu dilakukan dengan konsentrasi penuh, janganlah memikirkan bekal yang harus dibawa, dan jangan tergoda oleh orang lain, yang mungkin akan mengalihkan kita dari tugas pelayanan yang sudah direncanakan.
  1. Ramah dan tahu aturan (Luk 10:6). Kita hanyalah alat, yang diutus Tuhan. Jadi dalam melakukan tugas ini kita perlu ramah dan tahu aturan, misalnya dengan memberikan salam dan berkat pada orang yang kita kunjungi.
  1. Lakukan dengan tuntas (Luk 10:9). Saat melayani, lakukanlah tugas tersebut sampai tuntas dan penuh konsentrasi. Jangan tergoda akan tugas pelayanan lain yang lebih “wow”.
  1. Tinggalkan yang buruk (Luk 10:10). Bila saat melayani, kita mengalami berbagai perlakuan yang tidak menyenangkan atau pun penolakan, maka semua hal tersebut tidak perlu dibawa pulang dan disebarkan ke orang lain. Lupakan semua hal tersebut dan doakanlah orang itu.
  1. Semua untuk Tuhan (Luk 10:20). Prestasi yang telah kita lakukan tidak perlu dibanggakan, karena semuanya berasal dari Tuhan, tetapi tetaplah bersemangat karena kita telah melakukan perbuatan baik yang berguna bagi orang lain.

 

Dengan mengingat pedoman-pedoman di atas, marilah kita menjadi pelayan Tuhan yang lebih baik, dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Selamat melayani. (DAG).

 

Doa: Roh Kudus bimbing dan ajar aku, agar boleh menjadi pelayan Tuhan yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Janji: Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.  ---- Galatia 6:14

Pujian: St. Theresa dari Calcuta, telah melayani orang-orang miskin dan terbuang dengan penuh kesungguhan. Ia melakukan semuanya demi kemuliaan Tuhan, bukan untuk kemegahan dirinya sendiri.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.