PELAYANAN DENGAN HATI YANG IKHLAS
11 July 2024
Kamis, 11 Juli 2024
Hosea 11:1-4.8c-9
Mazmur 80:2ac.3b.15-16
Matius 10:7-15
“Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” --- Matius 10:8
KATA CUMA-CUMA dalam Bahasa sekarang adalah gratis, tiada biaya yang dikeluarkan baik dalam memperolehnya maupun memberikannya. Sangat sulit dalam kondisi saat ini, kita mengharapkan sesuatu gratis, karena dari hal yang kecil, orang perlu mengeluarkan biaya atau ongkos, seperti parkir, ke toilet, bila bawa mobil minta jalan di persimpangan atau meminta bantuan orang lain. Semuanya tidak ada yang gratis dan dinilai dengan uang. Rasanya aneh atau tidak biasa jika tidak mengeluarkan uang.
Firman hari ini, Tuhan Yesus telah mempersiapkan murid-murid-Nya menjadi utusan yang mewakili diri-Nya, yang telah dibekali dengan anugerah untuk menyembuhkan orang-orang yang sakit ringan hingga sakit yang sulit disembuhkan seperti kusta, bahkan kesanggupan untuk membangkitkan orang mati, dan mengusir setan-setan. Tetapi dibalik pengutusan itu, Tuhan Yesus menekankan bahwa apa yang mereka akan lakukan adalah semata-mata anugerah Allah yang diberikan secara cuma-cuma dan berikan hal itupun pada orang yang membutuhkan secara cuma-cuma. Jika diartikan lebih mendalam, bahwa murid-murid dalam melakukan pelayanan, harus bersikap dengan hati yang ikhlas, tidak mengharap apapun, bersikap rendah hati terhadap orang-orang yang telah ditolongnya.
Apakah hal ini berlaku juga untuk kita yang melakukan pelayanan di wilayah, lingkungan dan di gereja? Apakah kita mau dengan hati yang ikhlas dan rendah hati dalam melakukan pelayanan? Hal menjadi refleksi bagi kita dalam melakukan pelayanan. Semoga kita semua dapat menerapkan ajaran kasih yang telah Ia wariskan kepada Murid-murid-Nya. (Stefanus Indra Wahyu)
DOA: ”Tuhan Yesus Maha Kasih, terima kasih atas firman-Mu kepada kami, agar kami mempunyai hati yang ikhlas dan rendah hati dalam melakukan pelayanan baik di wilayah, lingkungan dan gereja, sehingga setiap orang yang menerima pelayanan kami, tergugah hatinya untuk menyembah dan memuliakan-Mu, Amin.”
JANJI: ”Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.” - Mazmur 80:3
PUJIAN: Pesta St. Benediktus. Santo Benediktus dilahirkan pada tahun 480. Ia berasal dari keluarga Italia yang kaya. Hidupnya penuh dengan petualangan dan perbuatan-perbuatan hebat. Semasa kanak-kanak, ia dikirim ke Roma untuk belajar di sekolah rakyat. Tumbuh dewasa sebagai seorang pemuda, Benediktus merasa muak dengan gaya hidup korupsi para kafir di Roma. Benediktus meninggalkan kota Roma dan menemukan tempat yang tepat, yaitu sebuah gua di gunung Subiako. Di kemudian hari, Benediktus menjadi pemimpin dari banyak rahib yang baik. Ia mendirikan dua belas biara. Kemudian ia pergi ke Monte Kasino di mana ia mendirikan biaranya yang paling terkenal. Di sanalah St. Benediktus menuliskan peraturan-peraturan Ordo Benediktin. Ia mengajar para rahibnya untuk berdoa dan bekerja dengan tekun. Terutama sekali, ia mengajarkan mereka untuk senantiasa rendah hati. Benediktus dan para rahibnya banyak menolong masyarakat sekitar pada masa itu, dalam membaca dan menulis, bercocok tanam dan aneka macam ketrampilan dalam berbagai lapangan pekerjaan. St. Benediktus mampu melakukan hal-hal baik karena ia senantiasa berdoa. Ia wafat pada tanggal 21 Maret tahun 547. Pada tahun 1966, Paus Paulus VI menyatakan St. Benediktus sebagai Santo pelindung Eropa.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)