PELAYANAN FIRMAN DAN PELAYANAN MEJA

30 April 2022

Sabtu, 30 April 2022

St. Pius X

 

Kisah para Rasul 6:1-7

Mazmur 33: 1-5,18-19

Yohanes 6:16-21

  

“Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid 

 di Yerusalem makin bertambah banyak”

Yohanes 6: 7

 

        JUMLAH UMAT beriman bertambah pesat berkat pewartaan Firman oleh para rasul. Bertambah ke dalam dan ke luar: baik di kalangan masyarakat Yahudi, malahan sampai para imam (Yoh 6:7b), maupun dari kalangan bukan-Yahudi, orang-orang yang bebahasa Yunani.

        Nampaknya para rasul yang sibuk dan gencar mewartakan Injil masih disibukkan dengan pembagian ‘meja’, yakni urusan makan mereka. Sewaktu jumlah masih sedikit, untuk para rasul -rangkap tugas itu - tidak masalah. Tetapi sewaktu perkembangan jumah umat naik cepat , ke dua belas rasul merasa kerepotan. Pembagian makan tidak merata. Muncul gerutu dan sungut-sungut kepada para rasul, dari para janda yang berbahasa Yunani.

        Itulah kesempatan yang tepat untuk memisahkan ‘pelayanan Firman’ dan ‘pelayanan meja’, urusan rohani dan urusan jasmani. Memang Yesus sendiri mewartakan Kabar Gembira dan mendukungnya dengan melakukan mukjizat pelipat gandaan roti. Para rasul ingin memiliki ‘hati yang tergerak oleh belas kasih’ seperti Yesus sendiri.

        Kalau dalam Ibadat Ekaristi ada ‘meja sabda’ dan ‘meja perjamuan’ (Luk 24:13-32), dalam hidup sehari-hari waktu itu zaman awal Gereja Perdana ada pelayanan meja (kebutuhan jasmani) dan pelayanan firman.  Solusinya adalah para rasul meminta umat memilih tujuh orang yang tangguh beriman dan setelah terpilih tujuh orang, para rasul meletakkan tangan atas mereka (Kis 6: 3-6). Mereka yang dipilih ada diakon-diakon dalam pengertian awal, yakni ‘pelayanan’ bagi umat dalam hal kebutuhan jasmani.

        Dari situlah sampai sekarang ada bagian reksa rohani, yang mencakup pewartaan dan peribadatan dan pengkaderan, yang mencakup pelayanan sakramen-sakramen serta kaderisasi baik dalam mutu beriman maupun para calon pelayanan sabda dan pelayanan meja perjamuan.

         Di sisi lain dalam Gereja juga ada reksa jasmani, yang mencakup masalah kesejahteraan sosial dan ekonomi umat, kesehatan dan pendidikan serta dari Ajaran Sosial Gereja sampai peduli dan pelestarian lingkungan.

        Salah satu cara untuk penyadaran tanggung jawab umat dalam kepedulian kelestarian dan kelangsungan hidup Gereja adalah dengan adanya KEP atau ‘Kursus Evangelisasi Pribadi’ di Paroki-paroki, dengan BL KEP, atau Bina Lanjut KEP, di seluruh negeri kita.

        Karena kelangsungan hidup Gereja ada di tangan kita semua, khususnya generasi muda, maka kita dapat bertanya diri kita, apakah kita sudah ikut KEP di Paroki dan Kursus Jenjang-jenjang  selanjutnya ? Jangan ketinggalan ! (S.Widjojo)

 

DOA  :   Terima kasih Bapa, karena banyaknya umat-Mu, khususnya kaum muda yang berkobar semangat mereka untuk pelayanan jasmani maupun rohani.

JANJI : “Ia (Yesus) berkata kepada mereka (murid-murid), ‘Aku ini, jangan takut!’ “ Yohanes 6: 20

PUJIAN:  Tuntutan zaman sekarang, khususnya dalam budaya ‘digital’, Umat di Paroki mulai di sana sini bisa menyelenggarakan Loka Karya tentang “Eko Enzyme”,  lewat Webinar, juga Seminar  tentang “Relasi Umat Katolik dengan  pemeluk-pemeluk agama dan keyakinan lain”, “Temu Dewan Paroki Harian atau Pleno” dan penyegaran iman lainnya dilakukan dengan ‘Live-Streaming’; ada yang off-line (hadir fisik) atau on-line atau secara virtual saja atau ‘hybrid’ .

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.