PEMBAHARUAN TERUS MENERUS
27 October 2022
Kamis, 27 Oktober 2022
Efesus 6:10-20
Mazmur 144:1, 2, 9-10
Lukas 13:31-35
“Terpujilah Tuhan, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku uuntuk berperang.”
Mazmur 144:1
Yesus diminta oleh orang Farisi untuk meninggalkan Yerusalem karena Herodes berencana untuk membunuh-Nya, namun Yesus tidak takut. Ia mengatasi situasi yang harus dihadapi-Nya. Segala konsekuensi dari pengajaran dan perbuatan-Nya sudah diperhitungkan dan berani ditanggung-Nya. Sejak semula Yesus sudah sadar bahwa para nabi terdahulu menghadapi ajalnya di Yerusalem. Ia tahu bahwa Ia akan senasib dengan mereka.
Yesus bukan hanya berhadapan dengan orang-orang yang tidak menerima-Nya, namun yang lebih sulit lagi ialah Ia berhadapan dengan pola pikir, tabiat, dan karakter orang yang sudah terbentuk dan membatu. Cara pandang inilah yang menguasai alam pikiran mereka sehingga sangat sulit untuk diperbarui.
Kalau dengan bahasa Paulus, dia berkata; "Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara" (Ef. 6:12).
Dengan bahasa sekarang, semua itu dikenal sebagai 'mind-set' atau pola pikir. Pola pikir ini dibangun oleh pendidikan dan sejarah hidup yang membentuk karakter seseorang. Dengan demikian, diperlukan sebuah pertobatan yang total atau perombakan total untuk dapat mengubah karakter seseorang. Semua ini hanya dimungkinkan kalau orang itu mau dekat dan berpegang pada Allah: "Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat" (Ef. 6:16). (SW).
DOA “Ya Allah, kekuatanku, bentuklah hidupku; hancurkanlah hatiku yang keras dan membatu, agar dengan firman-Mu hidupku selalu dituntun pada jalan kebenaran-Mu. Amin.”
JANJI “Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!.” Lukas 13:35
PUJIAN Seorang pembimbing rohani menegaskan bahwa hidup seorang Kristiani itu adalah perjuangan menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru. Dalam pertemuan lewat zoom beliau menegaskan kepada peserta bahwa selain membaca dan merenungkan firman Allah tiap hari, perlu orang membiasakan diri mengadakan rekoleksi dan ret-ret setahun sekali.
Penaggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ