PENCARIAN KASIH YANG TULUS

30 May 2018

Rabu, 30 Mei 2018

1 Petrus 1:18-25

Mazmur 147:12-15, 19-20

Markus 10:32-45

 

“Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas.” --- 1 Petrus 1:22

 

SIAPA YANG tidak mendambakan kasih persaudaraan yang tulus? Calon pasangan suami-istri tentu juga mencari dan merindukan cinta kasih yang tulus. Betapa sakitnya hati, kalau di kemudian hari kasih kita yang tulus tidak dibalas dengan kasih yang tulus? Kasih yang tidak tulus, di kemudian hari akan menjadi penipuan dan menciptakan korban dan kerugian besar. Kita semua merindukan kasih cinta yang tulus, kasih yang lestari, yang berlangsung selama-lamanya. Dalam hidup nyata sehari-hari, sering kita temukan, apa yang kita anggap kasih, ternyata bukan yang tulus dan ‘genuine’. Kita tertipu ! Dalam kasih cinta, dalam kasih persaudaraan ini, kita-kita lebih paling sering tertipu dibanding dalam aspek-aspek lain hidup kita.

Hanya dalam Yesus Kristus lah, kita temukan kasih yang tulus yang murni dan ‘genuine’. Yesus Kristuslah – Sang Kasih sejati (1 Yoh 4:16). Kita bersedia memberi kasih yang tulus, dengan dimurnikan, khususnya dalam pengertian patuh taat pada Tuhan, yakni  setia penuh pada-Nya dan pada kepada orang-orang atau umat yang diserahkan Tuhan untuk kita layani. Kasih yang tulus itu berdasar pengorbanan yang tulus yang terbilang jumlahnya, berdasar pembicaraan dan perbincangan yang tulus, janji-janji yang tulus, rasa sesal dan tobat yang tulus, sikap dan tindakan mengampuni yang tulus dll.

Bila kita patuh taat pada Tuhan  dan kita memilih jujur dan apa adanya baik kepada Tuhan maupun sesama, apapun tuntutan dan resikonya, hidup kita ini akan  mengalami perubahan. Cinta-diri, angkuh sombong, ikuti naluri yang tak sehat dan sikap hati segan mengampuni, semuanya itu akan diambil dari budi dan hati kita yang membeku dan membatu itu. Kita dimurnikan. Setelah menempuh perjalanan jauh, ari satu tindak kebenaran yang satu ke yang lain, akhirnya suatu ketika kita masuk ke dalam suatu situasi yang kita sebut ‘kasih yang tulus dan sejati’.  Tanpa halangan dan rintangan apapun , kita menerima kasih yang tulus, mendalam, lestari dari Tuhan. Tuhan berkenan bahwa kasih tulus dan murni itu mengalir terus menerus dalam diri kita. Dan akhirnya kita hidup dalam saling menerima dan memberi kasih yang tulus.

Doa: Bapa, utuslah Roh Kudus  agar diriku tetap  teguh berpegang pada kebenaran di dalam  kasih! (Ef 4:15)

Janji: “Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."--- Markus 10:45

Pujian: Meski sudah lama memasang Salib di tembuk di kamar tidur , setelah mengalami pergumulan tanpa ujung, Darsana memandang Yesus tersalib. Di situ ia menyadari, dirinya menemukan kasih yang tulus. Ia dikuatkan. Dan meneteskan air mata sukacita.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

 

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.