PENDERITAAN-NYA, PENDERITAAN KITA

15 April 2018

Minggu, 15 April 2018

Kisah Para Rasul 3:13-15,17-19

Mazmur 4:2,4,7,9

1 Yohanes 2:1-5a

Lukas 24:35-48

 

" Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga “  ----  Lukas 24:46

 

SEWAKTU PARA Rasul dan para murid baru berkumpul untuk berbagi pengalaman tentang Yesus yang bangkit, tiba-tiba Yesus menampakkan Diri kepada mereka. Yesus mengajak mereka membaca dan memahami Kitab suci tentang Diri  Mesias. “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga” Kepada dua murid yang pergi kembali ke Emmaus dari Yerusalem, Ia tegaskan pula “Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” (Luk 24:26). Sewaktu masih hidup berkarya di tengah masyarakat, kepada para rasul Yesus tiga kali memberitahu bahwa “Diri-Nya harus menderita” (Luk 9:22; 9:44; 18: 31-33).

Apakah kita melihat hidup ini sebagai suatu penderitaan? Di setiap hari, ada banyak keluhan, celotehan, kesedihan, dan kemarahan . Kita seringkali menjadikan masalah sebagai akar dari penderitaan kita. Kita lupa, kalau Yesus, Anak Allah juga ikut menderita bersama kita. Bapa mengutus Anak-Nya, Yesus, untuk menjalani hidup bersama kita. Dalam susah dan senang. Kita perlu menyatukan penderitaan kita bersama dengan  penderitaan Yesus. Dengan demikian penderitaan kita juga merupakan penderitaan Yesus.

Namun seringkali kesalahan dan  dosa kita yang menjadi awal dari penderitaan hidup kita. Salah pilih dalam menata dan mengolah hidup, bisa berbuah penderitaan. Pola makan dan pola hidup kita yang tidak sehat bisa menjadi sumber sakit dan derita kita kemudian hari. Mengendarai motor atau mobil melanggar aturan bisa mencelakakan orang lain dan diri kita sendiri. Mungkin kita menyesali dan bertobat dan meminta pengampunan Tuhan. Tetapi akibat kesalahan kita tetap harus kita taggung.

Yesus adalah jembatan antara kita yang berdosa dengan Bapa di Surga. Ia yang telah memulihkan hubungan antara manusia dengan Bapa yang telah terputus akibat dosa. Untuk itu marilah kita bersama-sama dengan Yesus melawan penderitaan dan godaan yang kita alami. Kita berdoa dan berharap agar  penderitaan itu berubah menjadi sukacita. Percayalah, Tuhan Yesus selalu mendampingi kita.  Saat-saat kita menderita dan tidak mampu melangkah lagi,  Dia-lah yang akan menggendong dan menuntun kita. (Cempaka)

Doa:   Ya Yesus, aku mau menghadirkan Engkau dalam setiap masalahku. Tetaplah bersamaku dalam setiap pergumulan hidupku.

Janji:  “Tetapi barangsiapa menuruti Firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia”  ----  1Yohanes 2:5

Pujian: Bunda Maria, setelah menerima kabar bahwa engkau akan mengandung Mesias, semua kau terima dengan ikhlas, bukan sebagai suatu beban atau penderitaan. Engkau berserah kepada Allah, sehingga engkau dapat terus berjalan bersama Allah dengan mantap.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.