PENGAMPUNAN MENYEMBUHKAN JIWA DAN BADAN
30 June 2022
Kamis, 30 Juni 2022
Amos 7: 10-17
Mazmur 19: 8-11
Matius 9: 1-8
“Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” --- Matius 9:2
PERISTIWA MENGGEGERKAN Ini terjadi di awal penampilan Yesus di muka umum: Yesus mewartakan firman dan menyembuhkan banyak orang sakit. Ia disambut dengan adanya empat orang yang membawa orang lumpuh. Ini terjadi di kota Kaparnaum: Orang lumpuh disembuhkan. Ini dicatat tidak hanya oleh Matius tetapi juga oleh Markus (Mrk 2:1-12) dan Lukas (Luk 5:17-26). Markus dan Lukas mengkisahkan ada empat orang yang menggotong si lumpuh mencari jalan menuju Yesus. Tetapi karena padatnya orang,mereka membawanya naik ke atas, menjebol atap serta menurunkan si lumpuh yang berada di ranjang, tepat di depan Yesus mengajar. Yesus kagum dan terkesan akan iman mereka akan kuasa-Nya menyembuhkan. Yesus sangat ingin menyembuhkan kelumpuhan tubuhnya, tetapi ternyata Yesus lebih tertarik menyembuhkan kelumpuhan jiwanya. Sebelum Yesus menyebutsebut kesembuhan fisik, Ia mengatakan kepada yang lumpuh itu, "Dosamu sudah diampuni!" (Mat 9:2)
Dengan berfokus pada ‘pengampunan’ Yesus sama sekali tidak menyepelekan kesembuhan fisik orang lumpuh itu. Ia ingin sekali menunjukkan betapa pentingnya belas kasih kerahiman Allah. Yesus diutus Bapa untuk menyelamatkan dan menyembuhkan penyakit ya rohani ya jasmani. Yesus nampaknya lebih melihat iman keempat orang yang menggotongnya. Mereka percaya akan kuasa penyembuhan-Nya. Maka meski si lumpuh belum menyatakan penyesalannya, Yesus telah mengampuni dosanya. Yesus ingin menunjukkan bahwa sakit-penyakit bukankah akibat dari dosa pribadinya atau pelanggaran yang dilakukan oleh keluarganya., sebagaimana keyakinan masyarakat Yahudi waktu itu
Allah maharahim dan pengampun kepada siapa saja, tanpa kecuali; tak ada seorangpun lepas
dari penjagaan dan perlindungan-Nya. Kita bisa membayangkan keadaan si lumpuh, yang tidak ada kekuatan apapun, tiada saraf dan otot berfungsi. Tetapi karena kata penuh kuasa dari Yesus, si lumpuh mengalami proses penyembuhan secara total.
Dan bagaimana kita sendiri? Adakah bagian-bagian dari hidup kita yang lumpuh? Penyembuhan apa yang kita mohonkan kepada Yesus? Sebenarnya Yesus sudah tahu apa yang kita butuhkan, baik kesembuhan badan maupun kesembuhan jiwa kita. Ia tahu luka-luka kita, dan dosa-dosa kita! Yesus ingin membebaskan kita agar menjadi bebas merdeka! Ia ingin membuang segala sekat dan halangan yang ada dalam diri kita, agar relasi kita dengan Yesus
dan dengan Allah Bapa pulih kembali. Tetapi Yesus juga ingin agar kita mengutarakan sakit penyakit dan kebutuhan kita. (SW).
Doa: “Ya Yesus, kami percaya penuh akan kuasa-Mu menyembuhkan, Pulihkanlah
semua orang yang datang pada-Mu. Dan bantulah kami membuka diri kami bagi
Janji: “Manakah lebih nudah, menggatakan: ’Dosamu diampuni’ atau mengatakan, ‘Bangunlah dan berjalanlah!’.” Matius 9:5
Pujian: Setiap imam yang ditahbiskan oleh Uskup memiliki kuasa pelayanan sakramensakramen,termasuk Sakramen Tobat. Agar imam tersebut dapat menjalankan tugasnya dalam pelayanan sakramen- sakramen, ia perlu mempunyai mandat dari
Uskup setempat di mana ia berdomisili dan berkarya pastoral. Pelimpahan mandat
itu dilambangkan pada sebuah surat kecil, sebesar KTP atau SIM, yang disebut ‘Selebret’ yang selalu harus diperbaharui, atau dimintakan yang baru kepada uskup setempat lainnya kalau pastor itu pindah ke Keuskupan lain.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ