PENGAMPUNAN YANG MENGUBAH HIDUP

04 April 2022

Senin, 4 April 2022

Daniel 13:1-9,15-17,19-30,33-62

Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6

Yohanes 8:1-11


”Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." --- Yohanes 8:11b


MASA PRAPASKA di Minggu terakhir sebelum Pekan Suci mengkisahkan perjumpaan Yesus dengan seorang perempuan berdosa yang dibawa oleh orang-orang Farisi dan menempatkannya di tengah-tengah banyak orang yang sedang mendengarkan Yesus mengajar. Mereka membeberkan aib perempuan itu secara terbuka dan tanpa memperdulikan perasaannya. Mereka mengorbankan perempuan itu menjadi alat untuk mencobai Yesus, supaya mereka memperoleh alasan untuk menyalahkan dan menangkap-Nya. Namun Yesus tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, melainkan Ia berkata: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh 8:7). Mendengar perkataan Yesus, mereka satu per satu pergi sehingga hanya Yesus dan perempuan itu saja yang ada. Lalu Yesus berkata kepadanya agar ia jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. Yesus tidak menghukumnya melainkan mengampuni dosanya, tetapi juga Dia meminta agar wanita itu bertekad memperbaiki diri mulai saat itu.

Bagaimana dengan kita? Mungkin kita tidak mempunyai dosa seperti perempuan itu, namun dosa adalah tetap dosa yang harus segera dibereskan dan mendapat pengampunan dari-Nya. Pengakuan dosa jika dilakukan dengan sungguh-sungguh jujur dan menyesal akan memberi kita kelegaan, damai dan sukacita besar sama seperti yang dialami oleh perempuan yang diampuni dosanya oleh Tuhan Yesus. Tetapi juga kita perlu memohon rahmat bantuan agar kita dimampukan untuk terus menerus memperbaiki diri kita.  

Hari ini, kita tahu bahwa Yesus memiliki belas kasih yang mendalam kepada setiap orang yang mau menyadari kesalahannya. Ia tidak peduli apa yang sudah kita lakukan dan bahkan tidak mengingat-ingat kesalahan kita asalkan kita mau bertobat  dan siap memperbaiki diri. Kita camkan apa yang dikatakan  Yesus kepada perempuan itu, juga ditujukan kepada kita: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." (Yoh 8:11b). 

Semoga kita semakin menghidupi rahmat pengampunan dosa yang mengubah kita dari beban berat kepada kelegaan, dari kesedihan kepada keceriaan, dari ketakutan kepada keberanian mewartakan kebaikkan Tuhan dengan menjadi saksi-Nya. (RIC).

 

DOA: Allah Bapa yang baik, kami mohon rahmat-Mu agar kami mampu untuk mengakui dosa-dosa kami dengan jujur dan percaya akan pengampunan dosa yang akan mengubah hidup kami. Amin.

JANJI: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” - Mazmur 23:4.

PUJIAN: Susana istri Yoyakim di hadapan ancaman dua orang hakim agar bersetubuh dengan mereka tanpa ada seorangpun di taman itu, ia lebih memilih mati daripada berbuat dosa di hadapan Tuhan. Ketika ia diadili, ia menengadah ke Sorga sambil menangis, sebab hatinya tetap percaya pada Tuhan. Dan apa yang dilakukan olehnya sungguh sangat menyenangkan hati Tuhan. Tuhan membelanya, ia berkemenangan lewat hamba-Nya Daniel. 

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.