PENGGAL – POTONG – CUKIL ...!
24 May 2018
Kami, 24 Mei 2018
Yakobus 5:1-6
Mazmur 49:14-15ab,15cd-16,17-18,19-20
Markus 9:41-50
“Bila tanganmu menyesatkan engkau, penggallah...! .... Bila kakimu menyesatkan engkau, potonglah....! Bila matamu menyesatkan engkau, cukillah....” --- Markus 9:43,45,47
BOMBASTIS – SABDA Yesus itu! Mungkin bagi angkatan ‘now’ dianggap kata-kata-Nya “Lebai”! Kalau kita mau belajar metode dalam menyampaikan pesan penting, Yesus bergaya bahasa ‘hyperbol’, melebih-lebihkan – membesar-besarkan. Maksudnaya agar pesan ajaran-Nya masuk meresap – nancap dalam hati dan budi pendengar, sampai-sampai si pendengar benar-benar bertobat dan benci dosa, sehingga kita membela kesucian hidup sampai mengorbankan darah ! Sama sekali Yesus tidak bermaksud agar kita melukai bagian badan kita dan cacad tak berfungsi ! Juga bisa dimaknai Yesus mengajar kita akan hal koderat kita ini, siapa tahu dalam bagian hidup kita tertentu, kita terjerumus memanjakan. Di sini kita butuh berpantang – menjauhi dengan usaha keras dari hal yang negatif. Dalam Seminar ‘On Basic Christian Maturity (BCM)’ – ‘Kematangan Dasar Hidup Kristiani’, salah satu bentuk bina lanjut setelah SHDR bagi kita, merupakan usaha penjabaran pesan Yesus itu.
Ini contoh titik-titik lemah kita, tiap orang memiliki tetapi berbeda. Bagi seseorang mungkin tidak ada masalah dengan ‘merokok’, tetapi teman menghirup asap rokok sudah merasa sesak napas. Minum satu dua botol beer, tenang-tenang saja, bagi yang lain seteguk minuman berbahu alkohol bisa cukup membuat mabuk dan pusing. Di sini kita dapat membuat daftar litani kesenangan atau hobby yang bisa membuat ketagihan – dan akhirnya menghancurkan hidup sendiri dan keluarga. Ketagihan nonton TV berjam-jam, main’ games tak terkendali’, Internet, judi, main gesek dengan Credit Card asal lewat toko-toko, atau mau beli apa saja lewat on-line, meski tidak mendesak dibutuhkan.
Kita tak akan pernah bisa bebas dan lepas dari kebiasaan merugikan dan yang memperbudak diri kita, kalau kita dengan berbulat tekad untuk berani bertindak tegas “PENGGAL-POTONG-CUKIL”! Tuhan bisa saja memberkati kita sehingga kita mampu mengontrol diri dalam penggunaan barang-barang atau sarana-sarana itu. Yang jelas Tuhan juga ingin agar kita menahan diri dalam salah satu ranah hidup kita. Menyadari pentingnya mengendalikan diri, menjauhi atau berpantang, maka penggal apa yang Allah inginkan kita lakukan, dan jadilah hidup yang bebas sebagai anak-anak Allah.
Santu Ignatius dari Loyola memberi pegangan hidup bagi para peserta Latihan Rohani, yakni pedoman “Tantum-Quantum” dalam hidup sehari-hari. Semua anugerah Tuhan, sejauh itu membantu diri kita mencapai tujuan kita diciptakan – yakni mengabdi, memuji dan memuliakan Tuhan – barang-barang ciptaan itu kita pergunakan, tetapi sejauh itu menjauhkan kita dari tujuan kita diciptakan, kita jauhi kita hindari. Tetapi Yesus , sang Guri lebih dari itu. Meski itu anugerah Tuhan berupa anggota tubuh kita sendiri, kalau itu menjauh kita dari tujuan hidup, perlu ‘penggal, potong-cukil!’ Lebih bagi berpantang dari hal-hal itu, daripada terus menjadi ‘budak’. Memang kita itu makhluk yang beraga, berjiwa dan ber-roh, lebih baik kita kehilangan raga – dan raga kitapun akhirnya akan kembali menjadi tanah, daripada ‘roh’ kita yang abadi ini tinggal terus selamanya di neraka!
Doa: Yesus, hanya Engkaulah yang dapat membebaskan daku. Aku menerima-Mu sebagai Tuhan dan Pembebasku.
Janji: “Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu” --- Yakobus 5:4
Pujian: Teddy setelah mengikuti KEP di parokinya sendiri, sadar akan tugas pelayanan yang harus ia emban, kebiasaan main gesek dengan Credit Cardnya, ia stop, karena terasa hanya tutup lubang gali lubang. Ia mulai percayakan penuh hidupnya akan pemeliharaan Tuhan lewat bimbingan Roh Kudus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ