PENGHAKIMAN AKHIR ZAMAN
02 August 2018
Kamis, 2 Agustus 2018
Yeremia 18:1-6
Mazmur 46:2, 4-6
Matius 13:47-53
“Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. ---- Matius 13:49-50
“AKHIR ZAMAN”! Orang- orang berbeda-beda tanggapannya bila mendengar isitilah itu. Akhir Zaman sering dimaknai sebagai hari kiamat, hari penghakiman Tuhan. Dan sebagai orang beriman Kristiani, akhir zaman menjadi saat untuk bertemu dengan Yesus sebagai Hakim Agung yang mengadili orang hidup dan mati (Credo para rasul).
Ada yang tidak peduli, tetapi ada juga yang menjadi takut. Maka tidak mengherankan hal ini membuat ada sebagian orang berperilaku sesat. Dewasa ini ada kelompok-kelompok tertentu yang bahkan berani meramalkan hari kiamat menurut versinya sendiri. Dan anehnya meskipun ramalan mereka salah, mereka tidak serta merta bertobat. Tentu kita masih ingat peristiwa pada tahun 1973 di Guyana, di mana mereka yang mengaku sebagai pengikut People’s Temple dengan ekstrim melakukan bunuh diri massal bersama hingga lebih dari seribu orang. Sungguh hal yang menyedihkan dapat terjadi di jaman modern.
Dalam bacaan Injil hari ini dibahas mengenai keadaan Akhir Zaman dengan perumpamaan Kerajaan Sorga bagaikan pukat yang dilabuhkan di laut untuk mengumpulkan berbagai jenis ikan. Tentu saja kita ingin menjadi ikan yang baik supaya tidak dibuang. Dikatakan juga bahwa malaikat akan memisahkan orang jahat dari orang baik. Kita diminta untuk mempunyai iman yang benar, menjadikan Yesus sebagai landasan dan pedoman hidup kita sehingga kita tidak dicampakkan sebagai orang jahat, yang dilemparkan ke dalam dapur api, di mana terdapat ratapan dan kertakan gigi (Mat 13:50).
Menjadi pengikut Yesus tentu saja tidak mudah. Kita harus mau melalui proses pembentukan yang panjang. Seperti pada proses pembuatan bejana di tangan tukang periuk, demikian halnya kaum Israel di tangan Tuhan (Yer 18:6). Tuhan bisa kapanpun berbuat seperti yang dikehendaki-Nya. Membayangkan pembentukan bejana seakan-akan mudah, padahal proses pembentukannya menyakitkan, yakni dibanting, dibakar, dipanaskan, dibentuk seturut kehendak tukang periuk. Demikian halnya dengan hidup kita, siapkah kita dibentuk dengan mengalami penderitaan, mati raga ataupun mengalami hal-hal lain yang menyakitkan? Sebagai pengikut Yesus, kita harus mau memanggul salib, mau menahan penderitaan akan godaan duniawi. Menyangkal diri dari semua dosa, menyerahkan hidup kita dengan mengikuti segala perintah Yesus. Tentu ini bukan proses yang mudah. Banyak godaan duniawi di seputar hidup kita. Namun kita yakin, bersama Yesus kita akan mampu menjalani hidup kita seperti yang dikehendaki-Nya. Dan pada akhirnya, seperti bejana yang telah dibentuk menjadi sempurna dan baik adanya, kitapun akan selalu dijaga Tuhan yang akan membentuk ulang setiap kita terjatuh di dalam dosa. Dan kita siap dipakai menjadi saluran berkat bagi sesama. (THONY)
Doa: Ya Yesus, ajarilah kami agar mampu bertindak benar seturut dengan Kehendak-Mu.
Janji: “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. ---- Mazmur 46:2
Pujian: Ibu Clara sangat tekun berdoa rosario dan berdevosi kepada Bunda Maria memohon kesembuhan bagi suaminya yang pemarah setelah terkena stroke. Sekarang suaminya menjadi lebih sabar dan bisa menerima keadaan yang dialaminya, dan sudah mau mengikuti Misa di Gereja meskipun dengan kursi roda.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ