PENGHAKIMAN UNTUK DOMBA DAN KAMBING
19 February 2024
Senin, 19 Februari 2024
Imamat 19:1-2.11-18
Mazmur 19:8.9.10.15
Matius 25:31-46
“Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.” --- Matius 25:32-33
BERBICARA TENTANG penghakiman, tentu yang tersirat dalam pikiran yaitu tempat mencari keadilan, ya memang demikian adanya. Bagi orang yang mencari keadilan, pengadilan atau penghakiman sebagai tempat solusi terakhir apabila menemui jalan buntu. Namun tidak sedikit juga orang menghindari penghakiman atau pengadilan, karena takut, takut kalau di hukum. Konsekuensi dari penghakiman memanglah demikian, yang bersalah akan menjalani hukuman. Bagaimana dengan penghakiman terakhir?
Kisah Injil hari ini, menggambarkan tentang bagaimana keadaan dalam penghakiman terakhir. Secara garis besar tidaklah berbeda, sama-sama mengadili. Dalam Penghakiman terakhir Allah sendiri yang akan menjadi hakim dan penghakimannya adil. Allah akan memisahkan yang benar dan yang salah, “Domba dan kambing” domba disebelah kanan dan kambing disebelah kiri. Domba menggambarkan orang benar, kambing sebagai orang yang bersalah.(ay.33). Penghakiman terakhir bersifat kekal, masuk dalam kehidupan kekal abadi.
Allah menghendaki kita menjadi orang-orang yang masuk dalam kelompok Domba (di sebelah kanan). Yang perlu dilakukan adalah tindakan kasih yang nyata kepada sesama kita. Terutama sesama yang membutuhkan pertolongan. Masa Retret agung atau prapaskah ini merupakan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri dengan meningkatkan semangat tobat, pendalaman iman serta aksi nyata melalui APP (Aksi Puasa Pembangunan). (Pieter K.).
DOA: ”Ya Tuhan Yesus, berilah aku kepekaan untuk menolong sesama yang membutuhkan, Amin.”
JANJI: ”Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya.” - Mazmur 19:10
PUJIAN: Prapaskah adalah momentum bagi umat Katolik untuk mempersiapkan diri menyambut Paskah dengan cara berdoa, pertobatan, puasa serta bersedekah, selama 40 hari yang dimulai pada Rabu Abu dan berakhir saat matahari terbenam pada Kamis Putih. Ini adalah masa persiapan untuk merayakan Kebangkitan Tuhan di hari Paskah. Selama masa Prapaskah, kita lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dalam doa dengan membaca Kitab Suci, berbagi dengan sesama, dan melatih pengendalian diri melalui puasa. Kita dipanggil tidak hanya untuk menjauhkan diri dari kemewahan selama masa Prapaskah, namun juga untuk melakukan pertobatan hati yang sejati ketika kita berusaha untuk mengikuti kehendak Kristus dengan lebih setia. Kita mengingat air baptisan dimana kita juga dibaptis ke dalam kematian Kristus, mati terhadap dosa dan kejahatan, dan memulai hidup baru di dalam Kristus.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)