PENGORBANAN YESUS
09 April 2022
Sabtu, 9 April 2022
Yehezkiel 37:21-28
MT Yeremia 31:10,11-12b,13
Yohanes 11:45-56
“Dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa” --- Yohanes 11:50
KONSPIRASI POLITIK . Tentu saja istilah itu tidak asing di telinga kita. Kita bukan saja hanya mendengar, tetapi bisa kita saksikan juga dalam kehidupan sehari-hari. Pelakunya bisa siapa saja, tidak hanya berlaku pada elit-elit politik seperti yang kita saksikan di televisi. Akan tetapi bisa saja terjadi pada diri kita sendiri. Konspirasi politik sangat berbahaya, kejam dan merugikan. Kebenaran yang sesungguhnya akan ditutupi dengan kebohongan, dampaknya merugikan banyak orang. Untuk itu butuh orang-orang yang berani dan siap mempertaruhkan dirinya, untuk melawan praktek-praktek tersebut.
Peristiwa konspirasi politik juga dialami oleh Yesus sendiri dalam pelayanan-Nya. Dalam bacaan injil hari ini, penginjil Yohanes menuliskan tentang bagaimana peristiwa sebelum kematian yang dialami oleh Yesus. Dikisahkan, para imam dan orang-orang Farisi memainkan konspirasi politiknya dengan mencari jalan guna menghentikan Yesus (ayat 47). Hal ini dilakukan mereka sebab mereka takut dengan apa yang dilakukan Yesus. Yesus selalu melakukan apa yang benar sedangkan mereka tidak (ayat 48). Yesus tahu hal itu akan membahayakan diri-Nya, akan tetapi untuk keselamatan umat manusia, Yesus siap menanggung resiko dengan mengorban diri-Nya.
Yesus tidak takut dan tidak mengenal kompromi dengan suatu yang tidak benar, ini dibuktikan oleh-Nya dengan tetap setia sampai mati di Salib. Jika kita sendiri masih terjebak dalam ‘konspirasi politik’ seperti imam-imam dan orang Farisi karena benci, marilah kita perbaiki diri dengan bertobat, kembali ke jalan yang benar.
Selamat memasuki pecan Suci, untuk mengenang sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus yang merupan puncak iman kepercayaan kita. (PTR)
DOA: Tuhan Yesus, mampukan kami untuk tidak berkompromi dengan sesuatu yang tidak benar dalam hidup ini.
JANJI: ”Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.” - Yehezkiel 37:26
PUJIAN: Pertobatan dan hidup baru yang dipimpin Roh Kudus, sungguh membawa ibu Diah lebih mengenal akan suatu tindakan yang benar atau tidak. Ketika ia diajak untuk bekerjasama membuat laporan pengeluaran fiktif, ia dengan tegas menolaknya. Akibatnya ia dimusuhi dan dicari-cari kesalahannya, dengan tujuan untuk mengyingkirkannya dari perusahan tersebut. Dalam keadaan seperti ini, ia hanya dapat berserah dan berdoa. Seperti pepatah mengatakan bahwa, kebenaran pasti akan terungkap dan kebusukan lambat laun pasti akan tercium juga. Singkat cerita ketika ada team audit, memeriksa perusahaan itu, maka semua kebusukan tersebut terungkap. Semua pelakunya dikeluarkan. Sampai saat ini ibu Diah tetap bekerja dan terus mempertahankan prinsip kebenaran yang dipegangnya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ