PENURUT DAN RENDAH HATI 

16 March 2020

Senin, 16 Maret 2020

 

2 Raja 5:1-15

Mazmur  42:2-3; 43:3-4

Lukas 4:24-30

  

“Pergilah  Naaman dengan gusar hati...” --- 2 Raja 5:11

“Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang ada di rumah ibadat itu” --- Lukas 4: 28

 

            ADA KESAMAAN sikap hati Naaman dan orang-orang Nazatret yang ada di tempat ibadat mereka.  Sabda nubuat mereka tolak dengan marah dan sombong hati. Nasib keduanya , baik Naaman dan orang-orang di Nazaret sama, yakni mereka akan memperoleh penyembuhan tetapi tak terjadi. Kedekatan fisik atau hadir di dekat-Nya sama sekali tidaklah cukup. Sikap sombong dan gusar hati sangat menghalangi  orang-orang di Nazaret untuk menerima berkat dari Tuhan. Demikian juga Naaman, seandainya dia benar-benar jadi terus pergi dari  mukjizat penyembuhan yang hampir terjadi, ia tentu kehilangan berkat penyembuhan yang ia cari dan rindukan.

         Dan kita, kita bisa saja seperti Naaman.  Kita tepat pada tebing menerima penyembuhan atau berkat karunia, yang kita doakan dan harapkan.  Kalau demikian halnya, inilah saat yang tepat untuk memohon Tuhan agar Tuhan berkenan memberi kita hati yang patuh dan penurut dan hati yang sederhana. Dan apa yang dituju dan diharapkan oleh Iblis, ialah agar kita tidak demikian melainkan tinggi dan sombong hati (1 Yoh 2:16).

      Upama saja anda sudah berketetapan untuk ber-rekonsiliasi dengan pasangan atau saudara anda, tetapi anda teringat akan sakit hati anda, anda akan tergoda untuk mundur atau menunda.

         Contoh  lagi, sewaktu memeriksakan kesehatan, di Rumah Sakit, sang dokter meminta anda untuk merubah pola hidup dan  pola makan anda; dan ini akan membuat tubuh anda sehat serta menambah usia lebih panjang lagi, tetapi anda merasa terusik, dan tak setuju. Akhirnya nasehat dokter anda abaikan. Lagi! Berkat kesejahteraan sudah di muka pintu, tetapi anda lebih asyik dengan diri anda sendiri. Berkatpun lalu pergi. Anda rugi sendiri serta menanggung akibat ketidak setiaan anda.Tentu masih banyak lagi contoh-contoh seperti itu.

         Dalam hal ini ingat akan nasihat Rasul Yakobus, “setiap orang hendaknya cepat mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk untuk marah” ( Yak 1: 19). Juga Rasul Petrus menambah , “Karena itu, rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya” (1 Ptr  5:6).

  

DOA   :  Gantilah hatiku yang sombong dengan kasih-Mu ya Tuhan. Berilah aku hati yang penurut dan sederhana.

JANJI : “Sekarang aku tahu , bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel” - 2 Raja 5: 15

PUJIAN :   Dalam ‘sharing’ bersama dalam kelompok PD Paroki, Regina berkisah. Sudah lama berkeinginan menyambut  Sakramen Tobat. Tetapi ia terus menunda.  Setelah berdoa kepada Roh Kudus, ia bertekad untuk berhenti menunda menyambutnya. Ia merasa ‘plong’.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.