PENYELAMATAN KEHIDUPAN

15 November 2024

Jumat, 15 November 2024

2 Yohanes:4-9

Mazmur 119:1.2.10.11.17.18

Lukas 17:26-37


"Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya." --- Lukas 17:33


SETELAH KITA membaca firman Tuhan dalam ayat Alkitab hari ini ternyata ada dua kemungkinan manusia yang kita jumpai di sini yaitu manusia yang Ego dan manusia yang rendah hati; Memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya adalah manusia yang mengandalkan dirinya sendiri, manusia sombong yang menganggap dirinya hebat, merasa bahwa segala yang di dapat adalah karena usahanya sendiri. Manusia yang merasa tidak memerlukan Tuhan karena segala sesuatu yang dia dapat karena usahanya sendiri dan bukan karena berkat dari Tuhan. Apa yang bisa dilakukan oleh Allah terhadap manusia seperti ini? Umpama sebuah tong yang sudah penuh, tidak bisa diisi lagi dengan demikian halnya dengan manusia sombong. Dirinya sudah penuh dengan dirinya sendiri, hingga Allah tidak punya tempat lagi di hatinya. Manusia yang seperti ini pada akhirnya terperangkap dalam kesombongannya, keangkuhannya dan mengalami kehancuran, karena pusat hidup mereka adalah diri mereka sendiri (Manusia Ego). "...dan   barangsiapa    kehilangan    nyawanya,    ia   akan menyelamatkannya" ini adalah manusia yang kedua, yakni manusia yang mengandalkan Tuhan dalam segala perkara hidupnya, manusia yang meletakkan kehendaknya dalam kehendak Allah. Menjalani hidup demi kemuliaan Allah dan tidak merampok kemuliaan Allah dengan membanggakan diri atas segala apa yang sudah diperolehnya. Manusia yang mampu menjadi tanda kehadiran Allah di dalam segala hal. Membagi berkat bagi sesama melalui setiap pekerjaan dan tugas yang di percayakan kepadanya (Manusia yang rendah hati). Semoga dengan firman Tuhan ini kita mampu untuk introspeksi diri dan memilih jalan terbaik dalam hidup kita, untuk memuliakan Tuhan bukan hidup untuk memuliakan diri sendiri. (Sr. Anastasia Marlina. Cp)


DOA: "Bapa yang baik, kami bersyukur kepada-Mu, mampukan kami mendekatkan diri kami kepada-Mu, peliharaanlah jiwa raga kami Tuhan agar kami terdapat setia untuk berjalan bersama Engkau dalam keadaan yang terbaik dan mampukan kami untuk menjadi anak-anak-Mu yang patuh dalam melaksanakan kehendak-Mu, Amin."

JANJI: "Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh." - Mazmur 119:4

PUJIAN: Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orangtuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya. Pengalamannya ini nantinya akan menjadi bahan tulisannya yang berhubungan dengan Ilmu Alam dan Ilmu Tumbuh-tumbuhan. Pendidikan tinggi ditempuhnya di Universitas Padua, dan dari sini ia melangkah masuk ke dalam hidup membiara dalam Ordo Dominikan. Yordan dari Saxoni, Jenderal kedua Ordo Dominikan menganggap Albertus sebagai tokoh yang cocok untuk cita-citanya yaitu mengkombimasikan hidup rohani, pewartaan dan mengajar. Oleh karena itu, ia kemudian mengirim Albertus ke Koln, Jerman untuk mengajar rekan­ rekannya di semua biara Dominikan di kota itu. Ia mengajar di sana selama hampir 10 tahun. Karena kesalehan hidupnya dan pengetahuannya yang luar biasa luas dan mendalam itu, ia semakin terkenal. Oleh rekan-rekannya dan orang-orang sezamannya, Albertus disebut sebagai 'Yang Agung, Tiang Gereja, Doktor Umum atau Sarjana Umum'. Albertus kemudian diangkat sebagai mahaguru di Universitas Koln. Murid­ muridnya yang terkenal antara lain Thomas Aquinas, yang kemudian dinyatakan juga sebagai 'kudus' dan dihormati sebagai seorang Sarjana Gereja, seperti gurunya. Selanjutnya ia mengajar sebagai mahaguru di Universitas Paris, di mana ia bertemu dan menjalin persahabatan dengan raja Ludovikus yang saleh itu. Di sini ia menulis banyak buku yang membuatnya semakin terkenal di seluruh Eropa.

Pada tahun 1256 ia menjabat sebagai administrator di Curia Roma. Ia berhasil membela masalah-masalah menyangkut aturan-aturan hidup membiara dari Santo Dominikus dan Fransiskus terhadap serangan William. Karena hasil pembelaannya sangat brilian, maka Paus Aleksander IV (1254- 1261) mengangkatnya menjadi uskup di kota Regensburg. Tetapi pada tahun 1262 setelah menyelesaikan masalah­ masalah penting di dalam keuskupannya, ia mengajukan permohonan pengunduran diri. Lalu ia pulang ke Koln untuk menjalani  saat-saat  terakhir  hidupnya.  Di  sana  pun  ia melanjutkan tulisan-tulisannya dalam beberapa tema, sambil menjadi uskup pembantu dan mahaguru. Albertus kemudian mengadakan perjalanan pastoral ke seluruh Jerman dan Bohemia, lalu pergi ke Timur Tengah dan Tanah Suci, dan pada tahun 1247, ia mengikuti Konsili Lyons.

Albertus dikenal rendah hati dan suci hidupnya. Ia menaruh devosi yang besar kepada Yesus dalam Sakramen Mahakudus dan kepada Bunda Maria. Semua itu tampak jelas di dalam syair-syair dan lagu-lagu yang digubahnya dan di dalam 50 buah buku yang ditulisnya. Ketika mengikuti Konsili Lyons itu, ia tidak lupa mengenang muridnya Santo Thomas Aquinas. Ia. merasa sangat kehilangan dengan wafatnya Thomas. Setelah ia mengadakan pembelaan terakhir terhadap ajaran Thomas Aquinas, ia meninggal dunia pada tanggal 15 Nopember 1280, dalam usia 87 tahun. Kesucian hidupnya didukung dengan banyak mujizat.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.