PENYERAHAN TOTAL 

31 January 2020

SATU PERJAMUAN

JANUARI 202


Jumat, 31 Januari 2020

St. Yohanes  Bosko

2 Samuel 11:1-4a, 5-10a,13-17

Mazmur 51:3 – 7, 10-11

Markus 4:26-34

 

“Juga Uria, orang Het itu, mati.” --- 2 Samuel 11:17

 

SAMPAI ZAMAN YESUS, Hukum Taurat yang berlaku. Juga dalam hal ‘keadilan’: “Nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, dll” (Kel 21:17). Dalam kasus kematian Uria, suami Batsyeba, Daudlah yang menjadi ‘penggagas dn penyuruh kematian Uria, suaminya. Membunuh orang adalah ’hal yang jahat di mata Tuhan” (2 Sam 17:27). Dosa Daud adalahdosa pembunuhan. Maka humumnya adalah Daud-pun harus dihukum mati, karena hukumannya ada penerapan hukum “nyawa ganti nyawa’. Tetapi Allah adalah Tuhan yang kaya akan kerahiman (Ef 2:4). Dengan belas kasih, Allah bersabda bahwa Dia mengampuni dosa Daud, dan dijanjikan lewat Nathan bahwa Daud tidak akan mati (2 Sam 12:13).

Di kemudian waktu, Tuhan memulihkan kembali kebahagiaan Daud dan memberkatinya berlimpah-limpah. Ini merupakan suatu kabar yang sangat membahagiakan bagi para pendosa, khususnya mereka yang telah berdosa dalam dosa seksual.

Lalu di mana belas kasih dan keadilan bagi Uria dan orang-orang seperti dia yang secara tak bersalah menanggung derita akibat dosa-dosa orang lain ? Apakah anda adalah “Uria-uria?” Apakah pasagan anda atau pimpinanan anda telah mengkhianati anda dengan dosa-dosanya ? Apakh anda bertahun-tahun menderita karena dilupakan, karena orang tua memilih keluar dari hidup anda karena dosa-dosa seksual ? Di mana bels kasih dan keadilan bagi anda?

Belas kasih dan kerahiman serta keadilan bagi para korban yang tak bersalah adalah seorang Pribadi, yakni Yesus, sang Emmanuel, Allah-beserta-kita (Mat 1: 23). Secara misteri, Allah telah menyediakan bagi semua korban di sepanjang zaman, dengan mengutus Putera-Nya, sebagai Korban tak-bersalah, Yang akan menerita jauh lebih ngeri daripada diderita oleh siapapun dari kita. Yesus telah menjadi ‘pembenaran kita’ yang menyatakan bahwa kita tak-bersalah’ (1 Kor 1: 30). Yesus juga adalah Belas kasih bagi kita. Dalam Yesus, para korban tidak selalu menerima ‘pembenaran mereka’ secara kasat-mata. Para korban yang menyerahkan diri mereka kepada Yesus menerima penghiburan yang begitu besar jauh di luar gagasan kita dan dari apa yang dapat kita bayangkan (Ef 3:20).

Allah tahu cara yang paling sempurna memberi ganti rugi kepada para korban karena penderitaannya dan ditinggalkannya dengan penantiannya yang tiada ujung (Yoh 14:18). “Serahkanlah semua itu kepada Tuhan!” (Mzm 37:7). Biarkan Tuhan saja yang peduli dan memelihara selanjutnya.

 

DOA: Ya Bapa, “ke dalam tangan-Mu, kuserahkan nyawaku.” (Luk 23:46).

JANJI: Yesus mengajar orang-orang “ sesuai denan dengan pertian mereka.” --- Markus 4:33

PUJIAN: Hari ini, di akhir Tahun, pesta Santo Yohanes Bosko (1815-1888), pelindung anak-anak muda.Menurut kisah, sewakti dilahirkan ibunya mempersembahlan dia kepada Bunda Maria. Dia mendirikan sekolah-sekolah guna mengajar anak-anak tentang iman Katolik. Anak-anak di latih untuk berwiraswasta guna memperoleh pengahasilan guna pembiayaan hidup anak-anak itu di asrama.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.