PERCAYA KARENA MENDENGAR
07 December 2018
Jumat, 7 Desember 2018
St. Ambrosius - Uskup dan Pujangga Gereja
Yesaya 29:17-24
Matius 9:27-31
"Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya.." ---- Matius 9:28
PERCAYA – MUDAH DIUCAPKAN, tetapi sulit untuk dilakukan. Untuk percaya sesuatu, kita butuh alasan yang benar-benar kuat . Sebagai contoh, untuk memilih dan membeli barang elektronik saja kita harus pastikan merek terkenal yang pasti memberikan jaminan produknya awet bukan produk dari merek yang tidak pernah kita dengar.
Injil hari ini menceritakan ‘rasa percaya dua orang buta’ kapada Yesus hanya karena mereka pernah mendengar bahwa ada tabib ulung ajaib namanya Yesus. Menurut orang-orang Ia mampu menyembuhkan segala macam penyakit termasuk kebutaan Maka saat mereka mendengar Yesus datang melewati daerah mereka, mereka segera memohon supaya Yesus menjamah mata mereka supaya mereka dapat melihat. Dan Yesus-pun berkenan menyembuhkan mereka. Kata Yesus kepada mereka “Terjadilah padamu menurut imanmu”. Dasar dari Iman adalah percaya, yang akan menghasilkan mujizat, dalam hal ini penyembuhan mata yang buta.
Kepercayaan kedua orang buta ini mengajarkan kepada kita bahwa mereka percaya melalui pendengaran.
Saat kita memilih barang, kita perlu melihat kualitas barang itu agar tidak ada cacat padanya. Proses yang berbeda terjadi untuk percaya kepada Tuhan, karena Tuhan tidak dapat dilihat. Tuhan hanya dapat kita dengar melalui cerita-cerita yang diwartakan dan dengan membaca serta merenungkan firman Tuhan dalam Alkitab.
Lalu? Mari kita mendengarkan firman Tuhan dan mengenali- Nya melalui pewartaan dan baca serta perenungan Alkitab, supaya iman kita bertumbuh, berkembang dan pada akhirnya menghasilkan mujizat rohani dalam hidup kita. Semoga kita tidak seperti Thomas yang harus melihat dulu baru percaya, tetapi jadilah seperti kedua orang buta ini yang tidak melihat namun percaya karena mendengar. (STEV)
Doa: Ya Yesus, kami bersyukur sebab Engkau mendampingi kami setiap waktu melalui suaraMu dalam hati kami. Maka kini saatnya kami berani memperkenalkan Engkau melalui pewartaan dan kesaksian hidup kami kepada orang-orang lain, agar semakin banyak orang yang Engkau sembuhkan dari kebutaan rohani, dan percaya kepada-Mu.
Janji: "Tuhan adalah terang dan keselamatanku." ---- Mazmur 27:1a
Pujian: Kepercayaan para Rasul akan janji dan penyertaan Tuhan dalam mewartakan Sabda-Nya ke seluruh bangsa membuat orang-orang yang mendengarnya percaya. Dan ini diteruskan lewat generasi ke generasi, lewat Gereja sampai sekarang. Kita dijadikan murid dan saksi-saksi Kristus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ