PERCAYA YANG BENAR

13 May 2024

Senin, 13 Mei 2024

Kisah Para Rasul 19:1-8

Mazmur 68:2-3.4-5ac.6-7ab

Yohanes 16:29-33


“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” --- Yohanes 16:33


SHALOM SOBAT KATOLIK yang Tuhan kasihi bacaan hari ini terambil dari Kis 19:1-9 dan  Injil Yohanes 16:19-33, kedua bacaan ini mengajarkan kita tentang pentingnya memiliki pemahaman yang jelas tentang iman kita, menerima karya Roh Kudus, dan mempercayai Kristus dalam segala hal.

Kepercayaan kepada Yesus Kristus adalah mutlak tetapi bukan berarti berhenti di kata percaya saja namun percaya kita harus disertai dengan perbuatan hidup yang seirama dengan kehendak Bapa. Itu barulah percaya yang benar. Seperti yang dikatakan dalam Yakobus 2:14 “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?”. Disini jelas dikatakan bahwa iman atau kepercayaan kita harus disertai dengan perbuatan hidup. 

Oleh karenanya kita harus memiliki kepekaan yang kuat serta memiliki keintiman dengan Bapa agar kita mengerti kehendak-Nya untuk kita lakukan. Jadi bukan hanya sekedar percaya saja tetapi bagaimana hidup kita ini benar-benar memperagakan hidup Kristus. Dengan itu kita dilayakan untuk menjadi anak kesukaan Bapa. Sebab untuk menjadi anak kesukaan Bapa tidaklah mudah karena seluruh hidup kita harus seirama dengan kehendak-Nya.

Banyak orang pada umumnya ingin memiliki dunianya sendiri dengan kesenangan-kesenangan yang ada padanya. Sehingga orang yang tenggelam dalam dunianya sendiri, itu akan sulit untuk menjadi anak kesukaan Bapa. Mestinya seluruh hidup ini kita harus totalitas kepada-Nya. Seperti yang dikatakan dalam 1 Korintus 6:20 dikatakan bahwa “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakan Allah dengan tubuhmu”. Kita harus memiliki kesadaran bahwa hidup kita ini ternyata bukan milik kita sendiri yang semau-maunya kita lakukan jelas di ayat sebelumnya dikatakan bahwa tubuh kita ini adalah bait Roh Kudus. 

Oleh karena itu mari kita menjalani hidup ini yang seirama dengan kehendak Bapa. Bagaimana mungkin kita dapat mengatakan bahwa kita ini adalah anak Allah sedangkan sikap hidup kita tidak menunjukan anak Allah. Jadi mulai dari sekarang kalau kita mengaku sebagai orang yang percaya kepada Yesus mestinya hidup kita harus memperagakan hidup-Nya ketika Ia ada di bumi 200 tahun yang lalu. Kalau kita mengatakan saya rindu pulang ke surga tetapi dibumi tidak menunjukan anak surgawi bagaimana mungkin dapat terwujud nyatakan. Sungguh kita bersyukur oleh karena pertolongan Roh Kudus lah yang akan memampukan kita untuk melakukan semua ini. Dengan itu sangat penting bahwa kita harus memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan dan selalu menyediakan waktu untuk berjumpa kepada-Nya dalam doa pribadi kita. Selamat berjuang, Tuhan Yesus Kristus sangat mengasihi kita semua. (Sr. Anastasia Marlina. Cp)

 

DOA: "Bapa di Surga terima kasih untuk renungan hari ini, ajarku untuk bisa memenuhinya dan serta melakukannya dalam kehidupan ini. Biarlah kebenaran hari ini memberikan kekuatan yang baru bagiku. Sehingga hidupku berubah ke arah hidup yang seirama dengan kehendak-Mu. Sungguh ku rindu ya Bapa untuk menjadi anak kesukaan-Mu dan tinggal dalam hadirat-Mu. Oleh karenanya ya Tuhan ajarku untuk melepaskan ikatan dengan dunia ini sehingga ku mampu memandang Engkau yang Kudus. Terima kasih Bapa ku bersyukur dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Amin.”

JANJI: ”Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.” - Mazmur 68:4

PUJIAN: Tanggal 13 Mei 2019, adalah hari ulang tahun penampakan Bunda Maria yang pertama di Fatima kepada Jacinta, Francisco dan Lucia yang terjadi pada tanggal 13 Mei 1917. Mei 13 juga adalah pesta perayaan St. Robertus Bellarminus, Dokter Gereja, yang terkenal dari antara para tradisionalis untuk ajarannya bahwa seorang bidah terang-terangan akan berhenti menjadi Paus.

St. Robertus Bellarminus, Kardinal dan Dokter Gereja: “Seorang Paus yang adalah bidah terang-terangan secara otomatis (per se) berhenti menjadi Paus dan kepala, layaknya ia berhenti menjadi seorang Kristiani dan seorang anggota Gereja. Maka dari itu, ia dapat dihakimi dan dihukum oleh Gereja. Ini adalah ajaran dari semua Bapa-Bapa Kuno yang mengajarkan bahwa bidah yang terang-terangan langsung kehilangan semua yurisdiksi.” (De Romano Pontifice, II, 30.)

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.