PERCERAIAN

06 October 2024

Minggu, 6 Oktober 2024

Kejadian 2:18-24

Mazmur 128:1-2.3.4-5.6

Ibrani 2:9-11

Markus 10:2-16


“Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.” --- Markus 10:7-8


DALAM RENUNGAN kali ini, saya ingin mengumpulkan himbauan Bapa Paus tentang, perkawinan dan keluarga sebagai satu daging sebagai berikut: Keluarga adalah tempat pertama kita untuk belajar mencintai. Keputusan untuk berkeluarga dan menggunakan kebebasan bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk mencintai orang yang telah TUHAN berikan, sehingga jangan membiarkan keluarga diracuni oleh racun keegoisan, individualisme, acuh tak acuh dan pemborosan. Akhirnya Keluarga Kristen boleh menjadi teladan kesetiaan, kesabaran meskipun ada kesulitan seperti kesedihan serta percobaan. Dengan menerima panggilan pernikahan dalam keluarga pasangan telah memulai perjalanan hidupnya dan lihatlah terus  kedepan, seperti YESUS selalu mendahului kita dalam cinta dan pelayanan.

Kebahagiaan dalam keluarga bukan berasal dari benda mati, tetapi datang dari kasih sayang Allah yang hadir dalam keluarga.

Tidak ada keluarga yang sempurna. Kita tidak punya orang tua yang sempurna. Kita tidak menikah dengan orang yang sempurna atau punya anak yang sempurna. Kita saling mengeluh tentang satu dan yang lainnya. Kita saling membuat kecewa. Pengampunan sangat penting bagi kesehatan emosi, ketahanan jiwa dan spritualitas kita. Tanpa pengampunan keluarga akan menjadi arena konflik dan tempat bagi semua hati yang terluka. Tanpa pengampunan, keluarga akan sakit. Pengampunan adalah pelindung jiwa, pembersih pikiran dan pembebasan hati. (T. Wahyu)

 

DOA: ”Roh Kudus, ajar kami berkat-Mu yang menyatukan kami dalam keluarga. Seringkali kami lupa, ingatkanlah kami untuk  terus menerus belajar dan mempraktekkan  mencintai lebih dalam dan lebih dalam lagi di dalam keluarga kami. Tuntun kami seluruh anggota keluarga untuk menjadi pemaaf-pemaaf sejati seperti Yesus. Bimbing kami menemukan panggilan kami agar kami boleh seperti Yesus, Amin.”

JANJI: “Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.” - Mazmur 128:1

PUJIAN: Anna Maria Rosa Gallo, demikianlah nama Santa Maria Fransiska dari Lima Luka Yesus ketika dibaptis. Ia lahir di Napoli - Italia pada tahun 1715, dari sebuah keluarga yang biasa-biasa saja. Ketika Anna Maria masih berada dalam kandungan, ibunya Barbara bertemu dengan Santo Yohanes Yosef dari Salib, seorang mistikus Fransiskan yang waktu itu hidup di Napoli. Mistikus suci ini menenangkan hati ibu Barbara dan menganjurkan supaya anak itu yang didalam kandungannya itu dipelihara dengan khusus, karena kelak ia akan menjadi seorang yang sangat kudus dan dianugerahi Tuhan dengan karunia yang luar biasa. Ketika Maria Fransiska berumur 16 tahun, seorang pemuda bangsawan yang kaya-raya melamarnya pada ayahnya, namun ia menolak dan memilih untuk memohon izin ayahnya untuk menjadi seorang Tertiaris Fransiskan. Dipenuhi dengan kegembiraan suci, Maria Fransiska menerima jubah dan bersama dengan itu namanya ditambahi dengan “dari Lima Luka”. Tuhan menganugerahnya dengan rahmat-rahmat yang luar biasa – kadang-kadang dia dianugerahi ekstase sewaktu dia berdoa dan menderita sengsara YESUS bersamaNYA. Dia menerima tanda luka-luka Kristus dan dianugerahi anugerah kenabian dan banyak mukjizat.  Maria Fransiska juga meramalkan peristiwa menyedihkan: Revolusi Perancis. Ketika Pius VI dimahkotai menjadi Paus pada 1775, Maria Fransiska melihat dia mengenakan mahkota duri. Dua puluh empat tahun kemudian, Sri Paus Pius itu menutup hidupnya sebagai seorang tahanan dalam penjara Revolusi Perancis di Valence. Dia meninggal dunia pada 6 Oktober 1791, sambil mencium kaki yang tersalib. Tuhan memuliakannya dengan banyak mukjizat. Dia dibeatifikasi oleh Paus Gregorius XVI, dan dikanonisasi oleh Paus Pius IX pada 1867. 6 oktober menjadi Hari perayaan untuk Santa Maria Fransiska dari Lima Luka Yesus

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.