PERINTAH ALLAH YANG KETIGA
26 July 2019
Jumat, 26 Juli 2019
St. Yoakim & Anna
Sirakh 24:1, 10-15
Mzm 132:11. 13-14, 17-18
Matius 13:16-17
“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat “ — Keluaran 20:8
TUHAN MEMERINTAHKAN kita agar kita ingat menguduskan hari Sabat dari Perjanjian Baru, yakni “Hari Minggu”. Apakah kita ingat? Maksudnya agar kita mengkhususnya sepanjang hari itu secara istimewa! Atau kita merasa cukup pergi ke Gereja saja di hari Minggu itu?
Bila Yesus bukan “Tuhan atas hari Sabat” (Mrk 2:28), maka Yesus Kristus bukan lagi Tuhan atas seluruh hidup kita. Kalau Dia bukan Tuhan atas segalanya, maka Dia bukan Tuhan sama sekali. Sabda Yesus tentang Diri-Nya sebagai Tuhan atas Hari Minggu, ini berarti benih sabda itu telah jatuh di pinggir jalan dan diinjak-injak orang. Kita sama sekali tidak memahami apa yang Allah telah tabur dalam budi dan pikiran kita, maka tak heran kalau iblis lalu mencuri benih sabda itu (Mat 13:19).
Beberapa dari kita terbiasa ingat dan menguduskan hari Tuhan itu. Sebenarnya itu adalah hari yang paling penuh sukacinta sepanjang pekan. Tetapi sayangnya kita umat katolik membiarkan pengertian itu buyar sewaktu masyarakat kita berubah. Boleh dikatakan benih itu sabda itu tak berakar (Mat 13:21). Memang benar masih ada umat yang tetap menguduskan hari Mingu, Harinya Tuhan, tetapi sayangnya, tekanan pekerjaan tak dapat dihindarkan, apalagi ditambah dengan godaan adanya ‘mall-mall’, ‘super-market’ di mana ada food-court, sinema, hiburan dll. Dan di rumah TV menyuguhkan tontonan ‘sepak bola’. Itu semua mencekik tumbuhnya benih sabda! (Mat 13:22).
Tetapi, ‘Puji Tuhan’, masih ada ‘sisa-sisa’ umat yang tetap patuh mentaati Perintah Allah yang Ketiga itu. Dan mereka menghasilkan buah belimpah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat –ada yang tiga puluh kali lipat”(Mat 13:23). “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” (Mat 13:9).
Doa: Bapa, ini hari Jum’at. Semoga mulai hari Minggu nanti aku aku mematuhi Perintah-Mu yang ketiga, dengan mempersiapkan diri untuk Hari Minggu.
Janji: “Sebab enam hari lamanya, Tuhan men jadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya,dan Ia berhenti di hari yang ketujuh. Itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabbat dan menguduskannya” (Keluaran 20:11).
Pujian: Hari kini kita peringati Santa Anna, ibu dari Perawan Maria, Bunda Yesus. Dan kedua wanita itulah yang mengandung anak dalam rahim mereka yang diberkati”.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ