PERISTIWA DI KOLAM BETSHEDA
29 March 2022
Selasa, 29 Maret 2022
Yeheskiel 47: 1-9, 12
Mazmur 46: 2-3, 5-6, 8-9
Yohanes 5: 1-16
“Maukah kamu sembuh?”
Yohanes 5: 6
ANEH BENAR pertanyaan Yesus, sang Guru, karena jawabannya jelas, ‘Ya saya ingin sembuh!’. Bayangkan seorang pasien sudah terbaring diranjang selama dua tahun, penyakitnya kronis, tubuh pasien sudah tak ber-reaksi terhadap obat-obat dari resep dokter, lalu kita bertanya, ‘Kamu ingin sembuh?’
Justru pertanyaan itu diucapkan Yesus dan ditujukan kepada pasien yang sudah 38 tahun menderita lumpuh. Ia sudah lama sekali berada di tepi kolam Bethesda, yang katanya airnya ‘ampuh’ memiliki daya penyembuh segala macam penyakit. Dipercayai, bila air kolam digoncang oleh malaikat, orang pertama, ia turun ke kolam akan sembuh segera.
Terdapat lima serambi mengelilingi kolam Bethesda itu. Dan di serambi-serambi itu penuh dengan orang-orang sakit yang menderita buta, timpang dan lumpuh yang menunggu air digoncang oleh malaikat. Dan ada salah seorang penderita lumpuh tadi yang ditanyai oleh Yesus. .
Si lumpuh tidak menjawab. Tetapi ia mengutarakan keluhannya, “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu, apabila air mulai goncang dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku!” Mengapa Yesus bertanya kepada orang itu, nampaknya Yesus ingin mengecek hati orang itu. Tetapi yang menarik si lumpuh itu tidak menjawab, tetapi Ia mengutarakan keluhannya.
Dan Yesus menyembuhkan dia. Ia bersabda, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah!” Ia pun melakukan apa yang diperintah Yesus. Setelah benar-benar sembuh, tidak dikatakan oleh Yohanes , bahwa ia mengucapkan terima kasih kepada Yesus, seperti orang Samaria dari kesepuluh orang yang sakit kusta disembuhkan Yesus (Luk 17:15-18), atau Bartimeus , setelah disembuhkan mereka lalu “mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya” (Mrk 10: 52). atau dipanggil sendiri untuk menjadi murid-Nya (Luk 18:22).
Bisa saja orang lumpuh itu karena terlalu lama menderita, tidak tahu isi hatinya sendiri dan juga tidak tahu apa yang diinginkan dalam hidup ini. Sewaktu pulang dengan memikul tilamnya, ia kena semprot orang-orang karena ia memikulnya itu di hari Sabat. Dengan enak ia menjawab, yang meyembuhkannya menyuruhnya. Dicecer , siapa yang menyuruh, ia berkata tidak tahu namanya.
Kemudian Yesus berjumpa dengannya di Bait Suci dan berkata, “Engkau telah sembuh, jangan berbuat dosa lagi supaya padamu jangan terjadi yang lebib buruk” (Yoh 5:14). Jadi ada sakit penyakit yang disebabkan oleh dosa pribadi.
Pernahkan kita mengalami ? Dosa kita , kita lakukan lewat pikiran dan sikap kita, upama sakit hati dan tak mau mengampuni, sampai tak dapat tidur. Dosa kita lakukan lewat kata-kata dan perilaku dan sepak terjang kita yang sembrono, yang membuat kita bisa menderita sakit, entah kecelakaan entah rakus makan apa saja.
Kalau demikian tepatlah kalau kita memandikan hati kita yang banyak salah dalam air kerahiman Tuhan. Ia selalu siap menguduskan kita kembali, asal kita m a u ! (S. Widjojo).
DOA : “Tuhan, sadarkalah diriku bahwa dosa-
dosaku bisa menyebabkan sakit yang
harus kuderita !”
JANJI : “ Orang itu lalu keluar dan menceritakan kepada orang-orang Yahudi bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia” Yohanes 5: 15
PUJIAN: Di kota Jogyakarta, ada Rumah Sakit dengan nama ‘Bethesda’. Nama tersebut terinspirasi oleh kolam Bethesda yang ada di kota Yerusalem, di mana terjadi mukjizat penyembuhan (Yoh 5:2). RS Bethesda tersebut memiliki motto menarik, “Tolong Dulu – Urusan Belakang”.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ