PERSEMBAHAN HIDUP
30 May 2023
Selasa, 30 Mei 2023
Hari Biasa Dalam Pekan ke VIII
Sir. 35: 1-12;
Mzm. 50: 5-6,7-8,14,23;
Mrk. 10: 28-31.
“Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau” (Mrk 10: 28)
Kisah Putra Sirakh mengingatkan kita bahwa Tuhan berkenan kepada manusia yang tidak hidup bagi diri sendiri, tetapi berusaha hidup benar dan setai mengikuti jalan Tuhan. Penekanannya bukan pada kebenaran, melainkan pada persembahan diri kepada Tuhan sebagai tanggapan atas kasih Tuhan. Dalam Kitab Kebijaksanaan dan nabi-nabi juga sering dikatakan bahwa Allah menghendaki persembahan hati remuk redam dan belas kasih, bukan persembahan lahiriah tanpa kasih.
Persembahan diri karena kasih ini pula yang ditegaskan oleh Tuhan Yesus dalam sabda mengenai meninggalkan segala sesuatu karena Kristus dan Injil. Pertanyaan bagi setiap orang beriman adalah apakah Tuhan sungguh kita tempatkan di atas segalanya? Tuhan mengingatkan kita untuk berani melepaskan keterikatan pada segala sesuatu dan menjadikan Tuhan sebagai yang paling berharga dan yang kita cintai melebihi segala sesuatu. (Obor)
DOA: Semoga persembahan hidup kami yang tulus, berkenan kepada-Mu. Amin.
JANJI: “Banyak orang yang terdahulu menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu”. Mrk. 10:31.
PUJIAN: Devosi Maria. Devosi kita kepada bunda Maria kita ujudkan dalam Waktu dan Ruang; Ada bulan Maria, ada bulan rosario, ada hari Sabtu; di beberapa tempat didirikan gua-gua Maria, baik di tempat umum, di seputar gereja juga di rumah warga.
Selain itu juga kita ungkapkan juga dalam bentuk Doa-doa dan Kidung atau Nyanyian2. Dalam bentuk Doa, selain Doa harian kita , Salam Maria, ada “Doa Rosario, Litani dan Novena” ( PS 213- 216). Dalam “PUJI SYUKUR” Ada Kidung-kidung , kita kenal “Kidung Salve Regina, PS 623, sd ‘ “Lihat Bunda yang berduka” PS 639). dan tentu saja Kidung kesayangan Umat Katolik Jawa, ‘nDerek Dewi Maria’. Ada lagi di Buku ‘KIDUNG SYUKUR, dari “Ave, Ave, (KS 278) sampai”Ya Namamu Maria (KS 297). Masih lagi Kidung-kidung Maria dalam Buku MADAH BHAKTI, yang dalam pengunaannya, di beberapa tempat diganti oleh buku ’PUJI SYUKUR’.***
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ